Varian Omnicron Lebih Berbahaya

DIVAKSIN: Petugas kesehatan datangi rumah warga untuk vaksinasi Covid-19.

KARAWANG, RAKA- Kasus Covid-19 di Karawang saat ini sudah melandai, tapi masyarakat jangan sampai lengan. Soalnya, ada varian baru virus corona yakni B.1.1.529 atau Omnicron. Virus jenis ini dinilai lebih berbahaya dan lebih cepat menyebar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian B.1.1.529 yang terdeteksi di Afrika Selatan sebagai “variant of concern” SARS-CoV-2. Masyarakat harus waspada dan meningkatkan protokol kesehatan, agar tidak terpapar Covid-19.

Karena, WHO menyampaikan bahwa Omicron menunjukkan varian berbahaya yang dapat menyebar dengan cepat. Varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu menyebabkan penyakit parah. Antisipasi gelombang ketiga Covid-19 di Karawang sudah disiapkan. Salah satunya adalah tidak memberikan libur bagi pekerja dan ASN di tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2021. “Masyarakat harus terus gunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Ini penting karena antisipasi gelombang ketiga,” kata juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana, Selasa (30/111).

Selain tidak ada libur pada tanggal tersebut, Fitra mengatakan, Satgas dibantu Pemkab Karawang mempercepat target vaksinasi. Saat ini dosis pertama sudah 68 persen dan 52 persen untuk dosis kedua. “Di Karawang pencegahannya tetap memang harus prokes, dan vaksinasi. Dua hal itu masih jitu dalam pencegahan penularan Covid-19 seperti sebelum varian delta itu,” terangnya.
Fitra menambahkan, harus ada peran serta masyarakat itu penting sekali kedisipilinan prokes. “Kita lihat orang sudah mulai engga disiplin nih dengan adanya ini kami imbau masyarakat untuk tetap prokes,” ujarnya. (asy)