Wajib Taati Protokol Kesehatan

CUCI TANGAN: Peserta UTBK mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengikuti ujian di kampus Unsika. Penerapan protokol kesehatan ini wajib diikuti semua calon mahasiswa agar terhindar dari virus corona.

Saat Mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi

KARAWANG, RAKA – Menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di masa pabdemi corona tentunya mesti mengikuti protokol kesehatan. Berbagai cara pun diupayakan oleh para peserta agar tidak tertular corona saat menjalani UTBK. “Protokol kesehatannya itu diinformasikan lewat akun penyelenggara UTBK-nya, aku lihat disitu,” ujar Nabila Tiara Albani (18), salah satu peserta UTBK di Unsika, Minggu (5/7).

Tiara menuturkan, beberapa kelengkapan ia bawa untuk sebagai alat pelindung diri seperti masker kain dan sarung tangan. Ia juga tak lupa membawa hand sanitizer yang selalu disimpan di dalam tasnya. Bahkan pelindung wajahpun sengaja ia beli untuk digunakan saat UTBK. “Kalau masker sih wajib, tapi kalau faceshield ini gak wajib cuma dianjurkan,” tuturnya.

Syarat lain yang mesti dibawa olehnya saat mengikuti UTBK adalah surat keterangan sehat. Dikatakannya penyelenggara UTBK (LTMPT) mengubah syarat keterengan sehat ini yang awalnya mesti tes rapid menjadi surat keterangan sehat pada umumnya. Ia sendiri membuat surat keterangan sehat tersebut sehari sebelumnya di puskesmas dekat tempat tinggalnya di daerah Telukjambe. “Bayar, sekitar Rp 10.000 lah,” ungkapnya.

Kesiapan protokol kesehatan juga dilakukan oleh peserta UTBK lainnya, Abrardy (17) yang saat itu juga mengenakan masker, sarung tangan, dan pelindung wajah. Adapun surat keterangan sehat juga ia dapatkan dari puskesmas dekat rumahnya sehari sebelum UTBK. Untuk menjaga kesehatannya akhir-akhir ini ia mengurangi kegiatan di luar rumah dan lebih fokus belajar. “Sejauh ini saya lihat protokolnya cukup ketat, wajar aja sih karena saat wabah corona memang harus diaesuaikan biar mengurangi rantai penularannya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana UTBK Unsika Isak Utama menyampaikan pihaknya telah menyediakan saran cuci tangan dan hand sanitizer. Alur masuk dan keluar para peserta juga telah diatur agar tidak berkerumun. Lebih dari itu panitia menyediakan masker cadangan bagi peserta yang lupa membawa masker. “Alhamdulillah masker cadangannya tidak terpakai, mereka mengikuti, karena jauh-jauh hari kita sudah mengingatkan mereka,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *