Minat Jadi Polisi di Purwakarta Meledak, Puluhan Pendaftar Serbu Polres Hari Ini!

PURWAKARTA, RAKA – Minat generasi muda di Kabupaten Purwakarta untuk menjadi anggota polisi melonjak tajam. Dalam sehari saja, puluhan pendaftar memadati proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026.
Data terbaru hingga Senin, 16 Maret 2026, mencatat sebanyak 45 orang mendaftarkan diri. Mayoritas memilih jalur Bintara PTU SPKT dengan jumlah mencapai 39 orang. Sementara itu, peminat jalur Taruna/i Akpol hanya dua orang, Bintara Intelijen tiga orang, dan Bintara Polair satu orang.
Baca Juga: Bupati Aep Lantik 9 Kades Terpilih Hasil Pilkades Digital Pertama di Karawang
Namun, di balik tingginya angka pendaftar, fakta menarik justru muncul pada tahap verifikasi. Dari puluhan peserta yang mendaftar hari itu, hanya satu orang yang dinyatakan lolos verifikasi awal. Peserta tersebut berasal dari jalur Bintara PTU SPKT kategori wanita.
Secara keseluruhan, jumlah pendaftar hingga saat ini telah mencapai 93 orang. Meski begitu, angka peserta yang lolos verifikasi masih sangat minim. Pada hari sebelumnya, tercatat 48 orang mendaftar tanpa satu pun yang berhasil lolos tahap verifikasi.
Fenomena ini memunculkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, tingginya animo menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk bergabung dengan institusi kepolisian. Di sisi lain, ketatnya proses seleksi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi para peserta.
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menyebut lonjakan pendaftar ini sebagai sinyal positif meningkatnya kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa banyaknya pendaftar mencerminkan semangat anak muda untuk mengabdi kepada negara.
“Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda cukup tinggi untuk bergabung dengan Polri. Namun, seluruh peserta tetap harus mempersiapkan diri dengan maksimal karena setiap tahapan seleksi dilakukan secara ketat,” ujarnya, Selasa (17/3).
Tonton Juga: Ngeri! 100 Remaja Karawang Kena HIV
Ia juga menekankan bahwa proses seleksi berlangsung secara transparan dan tanpa pungutan biaya. Masyarakat musti waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan jalan pintas kelulusan.
“Tidak ada biaya dalam proses ini. Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, itu sudah pasti penipuan,” tegasnya.
Dengan jumlah pendaftar yang terus bertambah, persaingan pasti semakin sengit. Hanya mereka yang benar-benar siap, baik secara fisik, mental, maupun administrasi, yang berpeluang melangkah ke tahap berikutnya. (yat)



