HEADLINEKARAWANG

NU Buat Acara HSN Sendiri

PENGAJIAN BULANAN: KH Ahmad Ruhyat Hasby bersama pengurus NU lainnya saat pengajian bulanan beberapa waktu lalu.

KARAWANG, RAKA – Hari Santri Nasional atau HSN tahun 2021 dinilai berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Karawang mengaku, mereka tidak dilibatkan dalam memeriahkan HSN yang dilaksanakan pemerintah daerah. Ketua PCNU Karawang Ahmad Ruhyat Hasby mengatakan, pihaknya kecewa atas sikap pemerintah daerah yang tidak melibatkan Nahdlatul Ulama dalam perayaan hari santri di lingkungan pemda. Padahal organisasi masyarakat yang dipimpinnya itu identik dengan santri. “Hampir semua pengurus NU itu kaum sarungan atau santri, tapi betapa kecewanya PCNU Karawang di hari santri nasional ini sama sekali tidak dilibatkan oleh pemda,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (21/10).

Untuk itu, pria yang akrab disapa Kang Uyan ini berencana tidak akan menghadiri upacara HSN di Pemda Karawang dan akan menggelar acara sendiri. “Kita diundang buat ikut upacara, itu juga undangannya baru datang hari ini (Kamis), terus yang hadir juga dimintanya satu orang aja,” katanya.

Lebih lanjut Uyan mengatakan pengurus NU di kabupaten lain seperti Bogor dan Purwakarta diundang dan difasilitasi oleh bupati dalam rangka memeriahkan HSN. Sementara, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak ada koordinasi sama sekali dengan PCNU, bahkan dalam setiap acara apa pun seperti Agustusan dan Hari Jadi Karawang pun PCNU tidak diundang.

Dia menduga, tidak adanya koordinasi antara pemerintah dengan PCNU ini karena buntut dari pemilihan kepala daerah kemarin, karena sebelum itu PCNU selalu dilibatkan dalam acara HSN di lingkungan pemerintah daerah. “Saya menduga ini ada efek dari pilkada, itu kentara sekali karena sebelumnya kita selalu diundang, bahkan tiga tahun yang lalu petugas upacaranya dari kita,” ujarnya.

Meski begitu, Uyan mengaku PCNU Karawang tetap memeriahkan HSN dengan mengadakan perlombaan yang berpusat di Pondok Pesantren Attarbiyah, Telagasari yang dipimpinnya. “Kita tetap peringati hari santri nasional ini dengan berbagai perlombaan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H Acep Jamhuri mengatakan, tidak ada unsur politis dalam pembatasan undangan kepada peserta upacara HSN. Hal tersebut dilakukan, semata mematuhi protokol kesehatan karena saat ini masih dalam suasana pandemi. “Diundang terbatas,” singkatnya.

Hal senada juga dikatakan Kabag Kesra Sekretariat Daerah Karawang Matin Abdul Razak. Menurutnya, kegiatan saat ini tidak bisa mengundang banyak orang karena Karawang masih berada di level 2 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Mungkin sementara ini, baru Upacara Hari Santri dalam kondisi pandemi level 2,” jelasnya. (mra)

Related Articles

Back to top button