
PURWAKARTA, RAKA – Fenomena kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memunculkan pemandangan tak biasa. Di tengah peristiwa alam yang dipicu upwelling dan cuaca ekstrem, sebagian warga justru memanfaatkannya untuk membeli ikan dengan harga sangat murah.
Ratusan kilogram ikan yang mengalami kondisi mabuk akibat perubahan suhu air dijajakan di sekitar waduk dan langsung menarik minat warga. Harga ikan yang biasanya dijual di kisaran puluhan ribu rupiah per kilogram, kini bisa dibeli hanya dengan Rp10.000 per kilo. Kondisi ini terlihat pada Senin (26/1), saat warga dari berbagai daerah berdatangan ke lokasi.
Upwelling sendiri merupakan peristiwa naiknya massa air dingin dari dasar perairan ke permukaan akibat pergerakan angin atau arus. Perubahan suhu ini menyebabkan kadar oksigen menurun drastis, sehingga banyak ikan lemas hingga mati.
Ina (36), warga Cinangka, mengaku sengaja datang ke Waduk Jatiluhur setelah mendengar kabar ikan mabuk dijual murah. Ia menilai momen tersebut sebagai kesempatan untuk membeli ikan dengan harga terjangkau.
“Sengaja ke sini, dengar kabar ikan mabuk di Jatiluhur. Saya beli dua kilo aja,” kata Ina, Senin (26/1).
Menurutnya, selisih harga ikan di waduk jauh dibandingkan dengan harga di pasar. “Kalau di sini Rp10.000 per kilo, jauh lebih murah dari pasar,” ujarnya.
Meski ikan tersebut berasal dari peristiwa kematian massal, Ina menilai kondisinya masih layak untuk dikonsumsi jika diolah dengan benar. Ia menyebut ciri fisik ikan masih cukup baik. Adapun ikan yang dibelinya itu rencananya akan diolah menjadi pesmol.
“Masih layak, masih bisa ditiris, warnanya juga masih merah. Enggak terlalu busuk-busuk amat,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Mimin (42), warga lain yang juga datang khusus ke Waduk Jatiluhur untuk membeli ikan. Ia mengaku sudah mengetahui kondisi ikan mabuk akibat cuaca ekstrem sebelum berangkat.
“Emang sengaja ke sini buat beli ikan, bukan main aja,” ujarnya.
Mimin mengungkapkan, faktor harga menjadi alasan utama dirinya berburu ikan di waduk. “Sudah tahu ikannya mabuk, makanya ke sini. Soalnya lebih murah dibanding harga normal,” katanya.
Ia membeli beberapa ekor ikan dengan total harga Rp30.000 dan berencana mengolahnya menjadi pepes. “Paling dipepes,” ucapnya singkat.
Fenomena ini menunjukkan dampak berlapis dari peristiwa alam di Waduk Jatiluhur. Di satu sisi, kematian massal ikan menjadi masalah lingkungan dan perikanan, namun di sisi lain dimanfaatkan sebagian warga sebagai peluang memperoleh bahan pangan dengan harga murah. (yat)



