
radarkarawang.id — Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan komitmennya untuk tata ulang Cikampek yang semerawut saat ini. Salah satunya pasar bakal ditata ulang yang semerawut saat ini.
“Saya ingin minimal di Cikampek ini ada penataan. Karawang sudah mulai tertata, demikian juga Rengasdengklok. Cikampek sebagai ikon Karawang harus menjadi prioritas,” ujar Aep, Selasa (9/12), saat meninjau sejumlah lokasi di Cikampek.
Menurutnya, penataan kawasan penting dilakukan agar manfaat keberadaan KRL dapat dirasakan masyarakat secara optimal. Dengan kawasan yang tertata dan akses transportasi yang terintegrasi, perekonomian lokal diyakini akan berkembang lebih cepat.
Kalau Cikampek sudah rapi dan KRL mulai beroperasi, masyarakat akan lebih nyaman. Integrasi dengan pasar, terminal, dan akses jalan akan membuat ekonomi berjalan lebih baik,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aep menyoroti kondisi pasar di Cikampek yang sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Pasar yang berdiri sejak puluhan tahun lalu itu dinilai masih kurang higienis dan tidak tertata, sehingga perlu segera dibenahi. Ia pun meminta Dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.
“Yang penting rapi dan higienis. Tempat yang bersih pasti membuat masyarakat dan pedagang merasa nyaman,” ujarnya.
Aep menegaskan bahwa pengelolaan pasar ke depan tidak akan menggunakan skema kerja sama pihak ketiga seperti Build Operate Transfer (BOT). Menurutnya, skema tersebut kerap membebani pedagang karena tingginya biaya yang harus dibayar.
“Kita tidak mau lagi pasar di-BOT. Pedagang cukup bayar kebersihan dan keamanan. Kalau pihak ketiga mengelola, pasti ingin keuntungan. Kasihan pedagang, jualannya belum tentu laku tapi harus bayar ratusan ribu per bulan,” tegasnya.
Aep juga menyinggung kondisi pedagang kecil yang harus berjuang keras, termasuk pedagang barang pecah belah seperti kendi. Ia meminta dukungan masyarakat dan media agar proses penataan berjalan lancar. Terkait rencana pembangunan pasar dan terminal, Aep menyebut sedang dikaji opsi efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan penyewaan lahan sebagai langkah awal sebelum pembangunan total dilakukan.
Ia berharap, setelah terminal dibenahi, konektivitas transportasi dan aktivitas perdagangan masyarakat dapat meningkat. “Kalau tempatnya bagus, masyarakat pasti lebih semangat. Ini bagian dari upaya kita memperbaiki wajah Cikampek,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, mengapresiasi fokus Bupati Aep dalam penataan Cikampek, terutama terkait kesiapan menyambut operasional KRL dan integrasi antara pasar serta terminal.
Endang menyebut bahwa berbagai potensi pasar yang ditinggalkan pedagang hingga aset pasar milik PT Ikoni dan Pasar Pemda 2 dinilai rugi. Ia menegaskan bahwa DPRD dan Forkopimda serta BPN akan mengevaluasi dan ada juga status surat-surat Hak Guna Usaha (HGU) yang sebelumnya diterbitkan.
“Ke depan, tidak ada lagi pasar BOT. Semua akan dibangun oleh Pemda agar lebih berpihak kepada pedagang dan masyarakat,” tutupnya. (zal)



