Langkah KPKNL Purwakarta Cegah Korupsi: Gabungkan Kekuatan Spiritual dan Aturan Tegas

PURWAKARTA, RAKA – Penguatan integritas dan budaya antikorupsi menjadi fokus utama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih dan profesional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui rangkaian kegiatan kajian spiritual dan internalisasi nilai integritas yang digelar di lingkungan kantor setempat.
Kegiatan diawali dengan kajian bertema “Ramadhan, Obat Lelah Fisik dan Mental” yang menghadirkan dai Purwakarta, Ustaz Nafis Muhammad Bajri. Meski momentum Ramadan telah berlalu, nilai-nilai yang disampaikan dinilai tetap relevan sebagai fondasi pembentukan karakter aparatur.
Dalam ceramahnya, Ustaz Nafis menekankan bahwa ibadah puasa mengajarkan keikhlasan, pengendalian diri, kedisiplinan, serta kejujuran. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam membangun ketahanan mental dan fisik pegawai.
“Buah dari kesabaran adalah balasan kebaikan dari Allah Subhanahuwata’ala,” ujarnya di hadapan para pegawai.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik persoalan kesehatan, keluarga, maupun ekonomi. Menurutnya, karakter yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Setelah penguatan dari sisi spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan Internalisasi Penguatan Integritas dan Budaya Antikorupsi. Kepala KPKNL Purwakarta, Harmani Sri Mumpuni, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
“Integritas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi kesadaran moral untuk bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas,” tegas Harmani.
Materi internalisasi disampaikan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Ratna Astuti. Ia menekankan pentingnya keteladanan pimpinan dalam menegakkan nilai kebenaran serta perlindungan terhadap pegawai yang berkomitmen menjaga integritas.
Menurut Ratna, setiap pelanggaran harus ditindak tegas untuk memberikan efek jera. Ia juga mendorong pembentukan tim internal yang memiliki misi memperkuat budaya integritas secara masif, tidak hanya di lingkungan kantor, tetapi juga dalam interaksi pelayanan kepada masyarakat.
Kombinasi penguatan spiritual dan penegasan budaya antikorupsi tersebut dinilai saling melengkapi. Mental yang kuat dan komitmen terhadap nilai kejujuran diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang profesional, bersih, dan akuntabel.
Melalui langkah ini, KPKNL Purwakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun karakter pegawai yang berintegritas serta menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan.(yat)



