Pelatihan Pendidikan Karakter Pancawaluya Digencarkan
Guru Tujuh SMA Swasta Ikuti IHT

KOTABARU, RAKA– Program pendidikan karakter Pancawaluya terus diperkuat di lingkungan sekolah menengah atas. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan in-house training (IHT) pendidikan karakter Pancawaluya yang dilaksanakan di SMA PGRI Cikampek dan melibatkan tujuh SMA swasta di wilayah sekitar.
Pemateri kegiatan Dr. Syarif Herdiana M.Pd, mengatakan, bahwa IHT tersebut merupakan bagian dari program unggulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang secara teknis dijalankan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Kegiatan hari ini adalah in-house training pendidikan karakter Pancawaluya. Program ini bertujuan menyiapkan pelajar Jawa Barat, khususnya tingkat SMA, SMK, dan SLB, agar memiliki karakter Pancawaluya, yaitu gambaran sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul dan paripurna,”katanya, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, untuk mendukung keterlaksanaan program tersebut, Disdik Jabar menyelenggarakan IHT di setiap sekolah. SMA PGRI Cikampek menjadi salah satu sekolah yang dinilai responsif terhadap program tersebut, meski berstatus swasta.
“Kegiatan ini membekali guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan seluruh pegawai sekolah agar memahami konsep serta operasional pelaksanaan pendidikan karakter Pancawaluya di sekolah,”paparnya.
Menurutnya, pelaksanaan IHT di SMA PGRI Cikampek juga mengakomodasi sekolah lain di sekitar, sehingga kegiatan berlangsung secara kolaboratif. Total terdapat tujuh SMA swasta yang mengikuti pelatihan ini.
“Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada pemahaman konsep pendidikan karakter Pancawaluya, sementara hari kedua membahas aspek operasional dan implementasi program di sekolah,”ujarnya.
Sementara itu, pemateri lainnya, Dr. Hj. Dede Sumiati, S.Pd., M.Pd, menyampaikan materi terkait implementasi nilai-nilai Pancawaluya di satuan pendidikan, baik di kelas maupun di lingkungan masyarakat.
“Tujuannya untuk melahirkan lulusan yang memiliki nilai, karakteristik, dan dedikasi sesuai nilai Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer,” jelasnya.
Menurutnya, konsep “pinter” dalam Pancawaluya tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan sosial, komunikasi, adaptasi lingkungan, serta kemampuan mengelola emosi.
Selain itu, seksi acara dalam kegiatan tersebut yang juga guru SMA PGRI Cikampek Eni mengatakan, pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan penguatan karakter siswa.
“Program ini membantu sekolah dalam menerapkan nilai-nilai Pancawaluya dalam pembelajaran, baik intrakurikuler maupun dalam kegiatan sekolah lainnya. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi ciri khas karakter siswa,” ujarnya.
Ia menilai, pelatihan tersebut membuka pemahaman baru bahwa istilah “pinter” tidak semata soal kognitif, melainkan juga kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi.
Begitu pula dengan “singer” yang dimaknai sebagai pribadi yang sigap, cekatan, dan tanggap terhadap lingkungan. Melalui pelatihan ini, sekolah berharap nilai-nilai Pancawaluya dapat terintegrasi dalam proses pendidikan dan membentuk generasi pelajar Jawa Barat yang berkarakter utuh. (zal)



