Karawang
Trending

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi

KARAWANG, RAKA– Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karawang menunjukkan penurunan pada tahun 2025, meskipun kasus kekerasan seksual terhadap anak masih tinggi. Sepanjang tahun lalu, tercatat 165 kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 181 kasus.

‎‎Penurunan ini dianggap sebagai indikasi bahwa upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) mulai memberikan hasil, meski pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan kekerasan.

‎‎Kepala UPTD Dinas DP3A Kabupaten Karawang Karina Nur Regina mengatakan, bahwa dari 165 kasus tersebut, rincian terbanyak adalah kekerasan seksual terhadap anak sebanyak 60 kasus. ‎

Sementara itu, kasus KDRT tercatat 35, kekerasan fisik 19, kekerasan psikis 20, TPPO 3, penelantaran 6, hak asuh anak 8, dan permasalahan rumah tangga 14 kasus. Korban terbanyak adalah perempuan dewasa sebanyak 79 orang, anak perempuan 66 orang, dan anak laki-laki 20 orang.

‎“Sejauh ini, upaya pencegahan yang kami lakukan cukup efektif untuk menekan angka kekerasan. Kalau melihat tren 2024 ada 181 kasus, artinya ada penurunan. Mudah-mudahan ini betul-betul menurun, bukan karena masyarakat enggan melapor,” katanya, Selasa (6/1).

‎‎Untuk menekan angka kekerasan, sambungnya, UPTD DP3A Karawang telah membentuk Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) di seluruh desa. Edukasi dan sosialisasi juga digelar secara masif di sekolah, pesantren, dan perusahaan, termasuk program pembinaan desa ramah perempuan dan peduli anak.

‎“Kami ingin membina desa-desa yang aman bagi perempuan dan anak. Edukasi juga masifkan ke sekolah-sekolah karena masih banyak terjadi pembulian,” paparnya.

‎‎Ia berharap, di tahun 2026, jumlah kasus kekerasan di Karawang dapat menurun lebih signifikan. Karina juga mengimbau agar siapapun yang menjadi korban kekerasan tidak takut untuk melapor ke pihak berwenang. ‎

“Untuk masyarakat agar selalu waspada dan tetap menjaga keluarganya terutama anak-anak, menjadikan orang tua teman terbaik anak-anak, orang tua harus hadir agar anak-anak dapat menemukan kebahagiaan di rumah tidak di tempat lain. Walau bagaimana pun pemerintah hadir tetap yang menjadi muara segalanya adalah orang tua dan support system di sekitarnya,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button