LONGSOR: TPT jembatan Bendung Barugbug longsor beberapa hari lalu.
KARAWANG, RAKA – Ambrolnya Turap Penahan Tanah (TPT) pada jembatan Situdam mengharuskan Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang untuk segera mengambil tindakan. Jembatan yang berada di Dusun Bakan pintu RT 02/05 ini merupakan akses penghubung masyarakat Desa Situdam dan Desa Barugbug yang dilintasi setiap hari.
“Dengan rusaknya jembatan tersebut tentu aktivitas masyarakat sangat terganggu,” ujar Wakil Ketua Komisi III Acep Suyatna, kepada Radar Karawang, Selasa (12/1).
Acep mengatakan, pemda melalui dinas terkait harus segera memperbaiki jembatan tersebut agar bisa kembali digunakan oleh masyarakat Desa Situdam, Barugbug dan sekitarnya sebagai akses transportasi. “Komisi III mendesak pemda segera memperberbaiki supaya bisa digunakan sehari-hari,” ucap anggota legislatif yang mewakili dapil V itu.
Menurutnya, Jembatan Situdam bukan hanya menjadi akses masyarakat setempat saja. Tetapi juga sebagai salah satu akses penghubung Karawang menuju Kabupaten Subang. Selain itu, lahan pertanian di Desa Situdam termasuk lahan kelas A yang tentunya sangat membutuhkan arus transportasi. “Kami meminta dengan sangat agar pemda segera memperbaiki. Minimal memperbaiki dulu,” ujarnya.
Terpisah Sekretaris Dinas PUPR Karawang Asep Hajar mengatakan, jembatan di Desa Situdam merupakan kewenangan PJT dan BBWS. Untuk itu, setelah meninjau langsung lokasi jembatan yang ambrol, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS dan PJT. “Kami juga dari PUPR dengan Dewan Provinsi Jawa Barat sudah cek langsung dan saat ini masih dikoordinasikan,” terangnya.
Untuk sementara, kata dia, jembatan tersebut hanya bisa digunakan kendaraan roda dua saja. Kendaraan roda empat tidak memungkinkan untuk melintas dan diarahkan ke jalan lain. Dikatakan Asep, karena perbaikan jembatan tersebut bersifat mendesak, bisa saja perbaikan dilakukan oleh Pemda Karawang. “Kalau persetujuan pimpinan bisa saja ini diperbaiki oleh pemda,” katanya.
Ia juga menambahkan, untuk akses perlintasan masyarakat setempat, secara jangka panjang pemda rencananya akan membuatkan jembatan di titik lain yang tidak jauh dari jembatan saat ini. “Karena jembatan yang sekarang itu adalah pintu air yang digunakan masyarakat sebagai akses,” tambahnya.
Rencananya, lanjut dia, akan dilakukan pembangunan jembatan di arah hilir kurang lebih 8 meter dari jembatan eksisting. “Panjang rencana jembatan miringnya 19 meter dan lebar minimal 5 meter,” paparnya.
Kepala Desa Situdam Iwan Kurniawan mengatakan, tahun lalu pihaknya sudah mengajukan perbaikan jembatan namun tidak kunjung diperbaiki. “Tahun lalu saja pihak dinas sudah ke sini melakukan pengecekan, tapi semenjak ada corona rencana pembangunanya disimpan dulu,” tambahnya.
Paskalongsor, Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan Perum Jasa Tirta (PJT) mendatangi lokasi. Pihaknya berharap dalam waktu dekat perbaikan jembatan bisa secepatnya dilakukan. “Pokoknya jalan ini memang jalan hidup, karena merupakan akses perekonomian, kesehatan, dan pendidikan warga dari beberapa kecamatan, mudah-mudahan saja bisa secepatnya ada perbaikan,” pintanya.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi muatan beban lebih sebelum dilakukan perbaikan, pihaknya memasang pembatas, pasalnya kendaraan roda empat dialihkan ke jalan lain. “Sekarang cuma motor saja yang bisa lewat, sementara kita alihkan dulu, khawatir malah terjadi longsor dan membuat jembatan ambruk semua,” pungkasnya. (mal/nce)