BONGKAR SENDIRI: Pedagang di Seer bongkar lapak sendiri sebelum dibongkar Satpol PP.
Manfaatkan Sisa Bangunan, Cari Lokasi Baru
KARAWANG, RAKA – Para penghuni kawasan Seer pada Rabu (5/8) mulai membongkar sendiri warung remang-remang milik mereka. Hal ini menyusul rencana sejumlah ormas Islam yang ingin mendirikan masjid dan Islamic Center di kawasan tersebut. Sampai kemarin sore, hampir semua bangunan semi permanen telah dibongkar.
Salah satu pemilik warung Mira Santika mengatakan, kegiatan pembongkaran mulai dilakukan sejak Selasa lalu. Mereka memilih untuk membongkar sendiri ketimbang nantinya dibongkar paksa oleh ormas. Dikatakan Mira, mereka diberi waktu sampai hari ini untuk membongkar semua warung. “Bongkar sendiri saja, lumayan bisa buat bangun di tempat lain, katanya tanggal 6 itu harus sudah bersih di sini,” ucapnya, Rabu (5/8).
Mira mengaku telah memiliki lahan baru untuk mencari rejeki di wilayah sekitaran KW 8 irigasi Tarum Timur. Wanita ini telah berjualan di kawasan Seer sejak 11 tahun yang lalu. Omsetnya dari berjualan sop iga sapi, sate maranggi, dan berbagai makanan lainnya saat itu mencapai Rp5 juta per hari. Namun memang beberapa tahun kebelakangan menurun drastis hanya ratusan ribu. “Ya kalau saya sih kan usahanya ada, dimana juga rejeki mah ada yang ngatur lah,” ucapnya lagi.
Pemilik warung kopi yang juga membongkar tempat usahanya, Erik (36) menyesalkan pihak ormas yang hanya mengusir namun tidak memberi solusi. Kawasan Seer itu sendiri telah bertahun-tahun menjadi ladang mereka untuk mencari nafkah. Pria yang akrab dipanggil Ompong ini mengatakan, sebagian besar pemilik warung adalah perantau dan sebagian lainnya merupakan asli orang Karawang. “Nya kuduna mah dipernahkeun (ya harusnya difasilitasi),” gerutunya.
Ompong mengatakan banyak pemilik warung yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dengan diusirnya mereka dari kawasan Seer tentunya menjadi kesulitan tersendiri untuk menafkahi keluarga. Setelah membongkar warung para pedagang ini akan mencari tempat usahanya masing-masing. Ia sendiri sampai saat ini belum punya tempat baru untuk berjualan. Menurutnya ormas yang bersangkutan juga semestinya memberi pembinaan kepada para PSK. “Ya kan mungkin kaya gini tuh disuruh insaf, harusnya didata, kalau kaya gini kan hidup susah usaha yang gampang ya ngejablay lagi,” pungkasnya. (din)