
PURWAKARTA, RAKA – Rangkaian pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Purwakarta tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi berakhir. Sebanyak 473 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat, sementara seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purwakarta, Syamsi Mufti, mengatakan secara umum proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Jemaah haji asal Purwakarta diberangkatkan melalui dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 12 KJT yang berjumlah 445 jemaah dan Kloter 40 KJT sebanyak 39 jemaah.
“Alhamdulillah proses pemulangan jemaah berjalan dengan baik. Sebagian besar jemaah telah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga,” ujar Syamsi, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini juga diwarnai kabar duka. Seorang jemaah asal Kabupaten Purwakarta atas nama Eti Suryati (53), warga Kampung Buni Geulis, Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, yang tergabung dalam Kloter 12 KJT, meninggal dunia saat berada di Arab Saudi.
Syamsi menjelaskan, seluruh proses pemulangan jemaah berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kloter 12 KJT tiba di Purwakarta pada 10 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, sedangkan Kloter 40 KJT tiba pada 30 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.
“Alhamdulillah lancar, proses pemulangan jemaah hingga saat ini berlangsung tanpa kendala berarti. Kloter 12 KJT tiba di Purwakarta pada Rabu, 10 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB dan Kloter 40 KJT tiba di Purwakarta pada Selasa, 30 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mendampingi para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi, termasuk menghadapi cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat.
“Terima kasih saya sampaikan kepada para petugas haji Kabupaten Purwakarta. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Bupati Purwakarta atas fasilitasi yang diberikan sejak proses pemberangkatan hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air,” ucapnya.
Menurut Syamsi, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan merupakan faktor utama dalam menunjang kelancaran ibadah, terutama karena mayoritas jemaah berasal dari kelompok usia lanjut.
Ia menegaskan, persiapan fisik, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga medis menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Mengingat sebagian besar jemaah berasal dari kelompok usia lanjut, persiapan fisik, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kepatuhan terhadap anjuran medis menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik yang baik karena rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam waktu panjang dan melibatkan mobilitas tinggi,” jelasnya.
Dengan tibanya Kloter 40 KJT pada 30 Juni 2026, rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Purwakarta tahun ini dinyatakan selesai.
Syamsi berharap seluruh jemaah yang telah kembali dapat mempertahankan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama di Tanah Suci dan menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami berharap para jemaah dapat membawa pulang pengalaman spiritual yang berharga serta menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing,” pungkasnya. (yat)



