KABAR KAMPUNG
Trending

Pendapatan Warga Rp5 Juta-Rp10 Juta Per Bulan

KARAWANG, RAKA — Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kini menjadi salah satu desa paling progresif di wilayah Karawang. Cibalongsari tak hanya mencerminkan perkembangan pesat infrastruktur dan urbanisasi, tetapi juga menunjukkan kebangkitan semangat inovasi dan kemandirian masyarakatnya.

Menurut Kepala Desa Cibalongsari, Titi Hayati, pertumbuhan ekonomi lokal kini terasa nyata, didukung meningkatnya pendapatan warga yang berkisar antara Rp5 hingga Rp10 juta per bulan. Tak hanya itu, geliat UMKM pun tumbuh pesat dan menjadi tulang punggung ekonomi warga.

“Masyarakat kini semakin kreatif. Banyak yang beralih menjadi pelaku usaha, mulai dari kuliner, jasa, hingga industri rumahan,” jelas Titi.

Namun bukan hanya sektor ekonomi yang menjadi kebanggaan desa ini. Salah satu inovasi sosial yang sangat menonjol adalah keberadaan Kampung KB Bogenville yang berlokasi di Perumahan Gria Pesona Asri. Kampung ini telah menjadi pusat pemberdayaan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi, serta penguatan program keluarga berencana yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kampung KB Bogenville bukan sekadar lokasi program. Ia telah menjadi simbol komitmen kami bersama warga untuk membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan mandiri,” ujar Titi Hayati.

Kesadaran masyarakat terhadap program KB sangat tinggi, terutama pada metode jangka panjang atau MKJP seperti IUD (231 akseptor), MOE (240 akseptor), dan Implan (145 akseptor). Data ini mencakup layanan KB di fasilitas pemerintah maupun swasta, menunjukkan antusiasme warga dalam mendukung program nasional tersebut.

Tak hanya fokus pada KB, Kampung KB Bogenville juga menggagas program inovatif untuk mengatasi masalah stunting. Bersama Pokmas Dasyat (Kelompok Masyarakat Dapur Sehat Atasi Stunting), mereka menciptakan menu kudapan sehat bernama Kopi Mantap Eats—singkatan dari Kudapan Olahan Pokmas Dasyat Cibalongsari. Kudapan ini bukan kopi biasa, melainkan makanan tambahan tinggi protein yang dibuat higienis dan bergizi, seperti dimsum ayam yang dikukus atau digoreng.

“Dimsum ini tinggi protein, cocok untuk balita dan ibu hamil. Bisa disimpan dalam bentuk frozen dan didistribusikan kepada keluarga dengan anak yang berisiko stunting,” jelas Titi.

Anak-anak penerima manfaat dipilih melalui data Posyandu dan Puskesmas, mencakup mereka yang memiliki berat badan di bawah garis normal atau berasal dari keluarga dengan kebutuhan khusus. Program ini dijalankan secara gotong royong oleh pemerintah desa, kader kesehatan, penyuluh KB, dan para orang tua.

Semua kegiatan ini menegaskan bahwa Cibalongsari bukan hanya bertumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara sosial. Dengan dukungan kuat dari masyarakat dan kepemimpinan desa yang visioner, Cibalongsari kini siap menjadi model desa percontohan dalam penerapan kampung keluarga berkualitas.

“Kami berharap kisah Kampung KB Bogenville bisa menginspirasi desa-desa lain. Bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, kita bisa wujudkan masyarakat sehat, mandiri, dan berkualitas,” pungkas Titi Hayati. (uty)

Related Articles

Back to top button