
PURWAKARTA, RAKA – Sejumlah pengunjung mengeluhkan mahalnya biaya masuk ke objek wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Harga tiket yang dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang diperoleh membuat sebagian warga merasa kecewa saat berkunjung ke salah satu ikon wisata Purwakarta tersebut.
Diketahui, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp25.000 per orang. Selain itu, pengunjung juga harus membayar biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp10.000. Total biaya awal yang harus dikeluarkan dinilai cukup memberatkan, terutama bagi wisatawan lokal.
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karawang, Herman, mengaku kecewa dengan pengalaman wisatanya di Waduk Jatiluhur. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia di dalam kawasan wisata.
“Kalau dihitung-hitung, biaya masuknya cukup besar. Tiket Rp25.000, parkir motor Rp10.000. Tapi fasilitas yang didapat minim, cuma bisa melihat waduk yang sekarang malah dipenuhi eceng gondok. Ini sangat disayangkan,” ujar Herman.
Ia juga mengeluhkan adanya pungutan tambahan di dalam kawasan wisata. Meski sudah membayar parkir di pintu masuk, pengunjung masih kembali dimintai biaya parkir sebesar Rp2.000 saat berada di area dalam.
“Sudah bayar parkir di depan, di dalam masih diminta lagi Rp2.000. Belum lagi kalau mau masuk wahana, harus bayar lagi. Semuanya berbayar,” katanya.
Tak hanya wahana, Herman menyebut penggunaan fasilitas sederhana pun dikenakan biaya tambahan. Jika pengunjung ingin bersantai menggunakan tikar atau kursi, mereka harus kembali mengeluarkan uang sewa.
“Kalau mau pakai tikar atau kursi, itu juga bayar lagi. Jadi rasanya ke mana-mana keluar uang, sementara fasilitas umum yang gratis hampir enggak ada,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan pengunjung lainnya, Rina (35), warga Purwakarta. Ia menilai pengelolaan objek wisata Waduk Jatiluhur belum memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Harusnya dengan tiket segitu, pengunjung bisa dapat fasilitas yang layak. Minimal tempat duduk gratis, area bersih, atau pemandangan yang terawat. Ini malah eceng gondok di mana-mana,” ujar Rina.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada minat wisatawan untuk kembali berkunjung. Ia berharap pengelola dapat melakukan evaluasi, baik dari sisi tarif maupun kualitas fasilitas.
“Kalau terus seperti ini, orang-orang bisa kapok datang. Sayang sekali, padahal Waduk Jatiluhur punya potensi wisata yang besar,” ungkapnya.
Para pengunjung berharap pemerintah daerah dan pengelola objek wisata Waduk Jatiluhur dapat meninjau ulang kebijakan tarif serta meningkatkan fasilitas, agar biaya yang dikeluarkan sebanding dengan pengalaman wisata yang didapatkan. (yat)



