Peristiwa Memilukan di Purwakarta: Warga Tegalmunjul Akhiri Hidup Diduga Depresi Sakit Menahun

PURWAKARTA, RAKA – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Purwakarta. Seorang pria paruh baya berinisial S (66), warga Kecamatan Purwakarta, ditemukan tewas gantung diri atau gandir di sebuah gudang rongsokan di Kampung Sarimulya, Kelurahan Tegalmunjul, Rabu (25/3) sore.
Korban diduga nekat mengakhiri hidup akibat depresi berkepanjangan yang dipicu penyakit di kantung kemih yang tak kunjung sembuh.
Pelaksana Tugas Kapolsek Purwakarta Kota, AKP Enjang Sukandi, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik gudang sekitar pukul 16.30 WIB.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di dalam gudang rongsokan,” ujar Enjang dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, saat ditemukan, posisi korban cukup memprihatinkan. Korban terlihat dalam keadaan duduk dengan leher terikat kain yang dikaitkan pada rak piring berbahan besi setinggi kurang lebih satu meter.
Menurut Enjang, pihak kepolisian bersama tim identifikasi dari Polres Purwakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari warga.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi bersama tim identifikasi untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Luka yang terlihat hanya berada di bagian leher akibat jeratan kain.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan lain. Dugaan sementara ini murni bunuh diri,” tegas Enjang.
Keterangan keluarga semakin menguatkan dugaan tersebut. Secara tidak langsung, Enjang menyampaikan bahwa korban sebelumnya sempat mengungkapkan keputusasaan akibat penyakit yang dideritanya.
Menurutnya, korban bahkan pernah menyampaikan niat untuk mengakhiri hidup karena merasa frustasi dengan kondisi kesehatannya.
Pihak keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi.
“Keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan kejadian ini, serta menolak autopsi,” tambahnya.
Jenazah korban kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (yat)



