HEADLINEKarawang
Trending

Pertemuan Batal, Warga Cilewo Demo Kantor Desa Lagi

Radarkarawang.id- Akibat pertemuan batal, warga Cilewo demo kantor desa lagi, Senin (5/1). Warga kecewa tuntutan mereka belum ada yang terkabul.

‎Ketua Forum Masyarakat Cilewo Bersatu Makmur Jaya Komara mengatakan, ada undangan pertemuan. Akan hadir Ketua LPM, Kades Cilewo, serta Muspika.

Namun saat massa tiba di kantor desa, tidak satu pun pihak terkait hadir. ‎“Hari ini kami ada undangan pertemuan antara Ketua LPM, kepala desa, dan Muspika Telagasari. Namun ketika kami datang, tidak ada siapa-siapa,” katanya, Senin (5/1).

‎Makmur menambahkan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi minggu lalu, di mana saat itu warga sempat melakukan penyegelan kantor desa.

Ada sejumlah tuntutan, masyarakat mendesak agar dilakukan audit Dana Desa, reshuffle aparat desa, serta penegakan hukum atau pemberian sanksi tegas.

Baca Juga: Dinding Puskesmas Kotabaru Retak

 ‎‎Ia juga mengungkapkan, adanya dugaan monopoli pengelolaan Dana Desa oleh Ketua LPM Desa Cilewo, sebagaimana pernah Kepala Desa Cilewo sampaikan.

Menurutnya, terdapat sejumlah kejanggalan penggunaan Dana Desa tahun 2025. ‎“Dalam anggaran Dana Desa 2025 terdapat pengadaan ambulans, Posyandu, dan Poskamling.”

“Namun di lapangan kami hanya sempat melihat ambulans setelah ada gejolak warga, itu pun sekarang sudah tidak ada lagi dengan alasan penambahan fasilitas,” paparnya.

‎Selain itu, pembangunan Posyandu yang tidak sesuai fakta. Sementara pengadaan tiga unit Poskamling, kata Makmur, hanya terealisasi dua bangunan, dan satu lainnya tidak ada. ‎

Tak hanya itu, program ketahanan pangan tahun 2025 untuk budidaya ikan lele juga menjadi pertanyaan warga. ‎”Katanya untuk budidaya lele, tapi kami tidak tahu ke mana ikan lelenya,” tegasnya.

‎‎Makmur menegaskan, apabila tuntutan masyarakat tidak segera ada tindak lanjut, pihaknya akan melanjutkan aksi dengan mendatangi kantor DPMD Kabupaten Karawang.

Tidak hanya ke kantor DPMD, pihaknya juga akan mendatangi, inspektorat, hingga kejaksaan, dengan membawa massa dengan jumlah yang lebih besar.

Sementara itu, terkait persoalan ini, Kepala Desa Cilewo Wulandani, belum bersedia memberikan statmen ketika wartawan menghubungi kades via telpon. (zal)

Related Articles

Back to top button