
PURWAKARTA, RAKA – Jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Purwakarta sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Purwakarta mencatat, hingga 22 Desember 2025, terjadi 149 kasus kebakaran, menurun drastis dari 220 kejadian pada tahun 2024.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengatakan penurunan tersebut menjadi indikator keberhasilan berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan pihaknya.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 220 kejadian kebakaran, tahun 2025 ini hingga 22 Desember hanya tercatat 149 kejadian. Penurunannya cukup drastis,” ujar Juddy, Senin (22/12).
Meski jumlah kebakaran menurun, Juddy mengungkapkan tren berbeda terjadi pada kasus penyelamatan. Pada tahun 2024, kejadian penyelamatan tercatat sekitar 100 kasus, sementara pada tahun 2025 meningkat tajam hingga mencapai 1.354 kejadian.
“Ini berbanding terbalik. Kejadian kebakaran menurun, tetapi kasus penyelamatan justru meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.
Berdasarkan data Damkar Purwakarta, kebakaran masih didominasi oleh insiden di kawasan perumahan. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kondisi alam hingga gangguan teknis, dengan hubungan arus pendek listrik atau korsleting menjadi penyebab paling banyak.
Dari sisi pelayanan, Juddy memastikan respons petugas tetap sesuai standar pelayanan minimal. Damkar Purwakarta memiliki ketentuan waktu tanggap maksimal 15 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi kejadian. “Alhamdulillah, selama ini respons time kami selalu di bawah 15 menit,” ujarnya.
Juddy menilai penurunan angka kebakaran tidak lepas dari peran tim pencegahan yang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi bahaya kebakaran.
Selain itu, Damkar Purwakarta juga mengembangkan inovasi edukasi sejak dini melalui program Edacil atau Edukasi Pemadam Cilik. Program tersebut telah berjalan selama dua tahun dan secara resmi ditutup pada awal Desember 2025.
“Tahun ini rangkaian Edacil sudah selesai dilaksanakan. Edukasi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran pencegahan kebakaran,” katanya.
Tantangan terbesar yang masih dihadapi, menurut Juddy, adalah meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat. Untuk itu, Damkar terus mengoptimalkan peran relawan kebakaran sebagai perpanjangan tangan di lapangan dalam memberikan informasi awal saat terjadi kebakaran.
Meski angka kebakaran menurun, Juddy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar. “Penurunan ini tidak berarti kita boleh lengah. Kewaspadaan tetap harus dijaga,” pungkasnya. (yat)



