PURWAKARTA

Potensi PAD Wisata Tehambat

Sekretaris Disporaparbud Kabupaten Purwakarta
Heri Anwar

Raperda Retribusi Tempat Wisata Masih Dievaluasi

PURWAKARTA, RAKA – Jika Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Retribusi Tempat Wisata yang dikelola Pemerintah Daerah disahkan, Pemkab Purwakarta bisa menarik Rp57,6 miliar dari Taman Air Mancur Sri Baduga. “Dalam setahun, Pemkab Purwakarta bisa memperoleh PAD sampai Rp57,6 miliar. Rata-rata dalam seminggu pengunjung mencapai 120 ribu. Ini bisa lebih dalam momen-momen tertentu,” kata Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, Selasa (26/11).

Sementara itu, tambahnya, dalam setahun, Taman Air Mancur Sri Baduga telah dikunjungi 5,76 juta pengunjung. Jika dikalkulasikan besaran retribusi Rp10.000 per satu pengunjung orang dewasa, maka dalam setahun Taman Air Mancur Sri Baduga menyumbang Rp57,6 miliar PAD. Namun, saat ini pihak Disporaparbud masih menunggu evaluasi Raperda. “Kami tengah menunggu hasil evaluasi Raperda oleh Direktorat Produk Hukum Daerah Kemendagri. Kami berharap akhir tahun ini hasil evaluasinya sudah beres dan segera bisa disahkan oleh DPRD Purwakarta,” ucapnya.

Ke depannya, Raperda tersebut akan menjadi payung hukum penetapan besaran PAD Taman Air Mancur Sri Baduga, serta retribusi kunjungan museum seperti Bale Panyawangan Diorama Tatar Sunda, Diorama Nusantara, Bale Indung Rahayu, dan Galeri Wayang. “Besaran retribusi untuk kunjungan diorama, bale dan galeri Rp5.000 per satu pengunjung orang dewasa,” katanya.

Melihat besaran PAD dari retribusi yang menggiurkan, di sisi lain, jumlah kunjungan ke Taman Air Mancur Sri Baduga tahun ini menurun. Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Disporaparbud Purwakarta Irfan Suryana yang menilai, penurunan tersebut disebabkan faktor alam, mengingat debit air Sri Baduga menurun drastis disebabkan kemarau panjang. “Dan ini berpengaruh pada target kunjungan wisatawan kami dalam setahun. Dari target 4 juta wisatawan dalam setahun, baru tercapai 60 persen saja atau sekitar 2,2 juta pengunjung,” ujarnya. (ris)

Related Articles

Back to top button