Potret Desa Sukakerta Karawang: Harmoni Etnis Jawa dan Sunda di Pesisir Cilamaya

KARAWANG, RAKA — Terletak di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Desa Sukakerta menjadi cerminan nyata dari desa yang mampu menyatukan harmoni antara alam, budaya, dan semangat masyarakat dalam menjalani kehidupan agraris sekaligus maritim.
Desa yang berada di Kecamatan Cilamaya Wetan ini berdiri sejak tahun 1897, dan hingga kini tetap menjadi desa yang aktif dalam sektor pertanian serta perikanan laut.
Menurut Sekretaris Desa Sukakerta, Kartaman, desa ini memiliki bentang wilayah yang luas dan produktif. Area pemukiman warga mencakup 62 hektare, sementara lahan pesawahan mencapai 410 hektare. Di sisi lain, garis pantai membentang sepanjang 4 kilometer yang dimiliki desa ini.
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Dari segi demografi, jumlah penduduk Desa Sukakerta mencapai 4.772 jiwa, yang terdiri dari 2.409 laki-laki dan 2.363 perempuan, tersebar dalam 2.521 kepala keluarga (KK).
Yang menarik, masyarakat Desa Sukakerta hidup dalam keberagaman yang harmonis. Dua etnis dominan di desa ini, yakni Jawa dan Sunda, hidup berdampingan dalam suasana sosial yang guyub dan saling menghargai.
Tak hanya kaya akan budaya lokal, mayoritas penduduk Desa Sukakerta juga menganut agama Islam, yang menjadi nilai spiritual utama dalam kehidupan sehari-hari warga. Nilai-nilai keislaman banyak tercermin dalam kegiatan sosial, tradisi, serta tata kehidupan masyarakat desa.
“Secara umum, tingkat pendidikan masyarakat rata-rata setara SLTP (SMP). Namun, semangat untuk terus belajar dan berkembang sangat tinggi, terutama di kalangan generasi muda,” tambah Kartaman.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, budaya yang masih lestari, serta masyarakat yang religius dan pekerja keras, Desa Sukakerta menjadi contoh desa yang mandiri dan berdaya, namun tetap menjunjung tinggi akar tradisi dan nilai-nilai keagamaan. (mra)



