
PURWAKARTA, RAKA – Puluhan pemuda, mahasiswa, pelajar, hingga komunitas pecinta alam di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyatukan langkah dalam aksi kemanusiaan lintas daerah. Melalui penggalangan dana selama sepekan, 4–11 September 2026, mereka berhasil mengumpulkan donasi hampir Rp5 juta untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan serta gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi solidaritas tersebut diinisiasi oleh Pusat Koordinasi Wilayah III atas mandat Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala se-Indonesia. Gerakan ini menjadi wujud kepedulian generasi muda Purwakarta terhadap persoalan lingkungan dan kemanusiaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Dana yang terkumpul nantinya disalurkan untuk dua fokus utama, yakni mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan dan membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.
Penggalangan dana tersebut melibatkan kolaborasi luas berbagai organisasi mahasiswa, pelajar, komunitas pecinta alam, hingga kelompok pendaki di Purwakarta.
Sejumlah organisasi yang terlibat di antaranya P2M BEM Rema dan DPM Rema Kampus UPI di Purwakarta, komunitas Bushcraft & Rescue, serta sejumlah organisasi mahasiswa pecinta alam (Mapala).
Di antaranya P.A.S MahaGuru, Mapala Satya, Mapala Saktie, Mapala MJHP, Gema, dan Mapala Waska.
Solidaritas juga datang dari kalangan pelajar yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (Sispala) serta komunitas pendaki.
Beberapa komunitas pendaki yang turut ambil bagian, yakni Stepa, Panel, Arsapala, Pakar, Kompas, Nirbayq, Anak Rimba, hingga Pendaki Muda Purwakarta.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat solidaritas lintas organisasi dan generasi.
Perwakilan penyelenggara, Bustom, mengatakan hasil penggalangan dana akan dialokasikan sesuai kebutuhan mendesak di masing-masing wilayah sasaran.
“Hasil penggalangan dana ini kami bagi untuk dua fokus utama. Untuk Kalimantan, bantuan diarahkan mendampingi penanganan karhutla, di mana personel dari Mapala MJHP sudah standby di lapangan,” ujar Bustom kepada awak media, Sabtu (12/9/2026).
Sementara untuk wilayah NTT, lanjut dia, dana akan disalurkan bagi masyarakat terdampak gempa bumi melalui posko relawan yang telah didirikan oleh perwakilan Mapala Purwakarta bersama jaringan Mapala se-Indonesia.
“Untuk NTT, dana disalurkan bagi masyarakat terdampak gempa bumi melalui posko relawan yang telah didirikan oleh perwakilan Mapala Purwakarta bersama jaringan Mapala se-Indonesia,” katanya.
Menurut Bustom, penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana sekaligus memperkuat upaya kemanusiaan yang telah berjalan di lapangan.
Lebih dari sekadar mengumpulkan donasi, aksi kemanusiaan yang berlangsung pada 4–11 September 2026 ini membawa misi untuk membangun kesadaran kolektif generasi muda Purwakarta terhadap persoalan ekologis dan kemanusiaan.
Kolaborasi antara organisasi mahasiswa, pelajar, komunitas pecinta alam, dan kelompok pendaki menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap bencana dapat menyatukan berbagai latar belakang.
Gerakan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada penggalangan dana, tetapi berkembang menjadi semangat kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Penyelenggara berharap aksi solidaritas ini dapat menjadi katalis lahirnya gerakan pemuda Purwakarta yang solid, kolaboratif, dan responsif dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan maupun lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, kepedulian generasi muda diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di Purwakarta maupun di daerah lain yang tengah menghadapi bencana. (yat)



