Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Diskanak Purwakarta Periksa Kesehatan Kuda Cegah AHS

PURWAKARTA, RAKA – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta memperkuat pengawasan kesehatan kuda dengan melakukan pemeriksaan langsung di sejumlah stable. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin penyakit yang dapat mengancam kesehatan kuda.

Pelayanan kesehatan tersebut berlangsung di Stable Jirga dan Stable Radja, Kecamatan Darangdan, sebagai rangkaian World Rabies Day 2026 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tak hanya memberikan vitamin dan obat cacing, petugas juga melakukan desinfeksi serta mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel yang dikumpulkan meliputi darah, swab trakea, dan feses.

Pemeriksaan dilakukan dengan menggandeng Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Salah satu tujuan utamanya untuk mendeteksi kemungkinan African Horse Sickness (AHS) dan Strangles atau penyakit cekik pada kuda.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, mengatakan pemeriksaan laboratorium menjadi bagian dari surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan kuda secara lebih dini.

“Untuk pelayanan kuda ini kita mulai di daerah sekitar Situ Buleud dan di stable-stable di daerah Darangdan dan Bojong. Kita juga melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium,” kata Wini.

AHS merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orbivirus. Penyakit tersebut tidak menular langsung antarkuda, tetapi dapat menyebar melalui gigitan serangga pengisap darah, khususnya lalat kecil dari genus Culicoides.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, kelopak mata, kepala dan leher. Pada kondisi tertentu, kuda juga dapat mengalami gangguan pernapasan berat, batuk, hingga mengeluarkan cairan berbusa dari hidung.

Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi pada kuda yang belum memiliki kekebalan. Karena itu, deteksi dini dan pengendalian vektor menjadi bagian penting dalam pencegahannya.

Sementara Strangles disebabkan bakteri Streptococcus equi. Berbeda dengan AHS, penyakit ini dapat menular dengan cepat antarkuda, baik melalui kontak langsung maupun peralatan kandang, tempat pakan dan air minum yang telah terkontaminasi.

Gejala Strangles antara lain demam, penurunan nafsu makan, keluarnya cairan dari hidung serta pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang. Pembengkakan tersebut pada kondisi tertentu dapat mengganggu saluran pernapasan.

Wini mengatakan pemeriksaan sampel dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi kesehatan kuda. Petugas tidak hanya mengandalkan gejala yang terlihat secara kasatmata.

Sampel darah, swab trakea, dan feses selanjutnya diperiksa melalui koordinasi dengan Balai Veteriner Subang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari surveilans penyakit hewan yang dilakukan Diskanak Purwakarta untuk memperkuat deteksi dini.

Menurut Wini, pemilik kuda juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kebersihan kandang. Ketersediaan pakan serta air minum harus dijaga, terutama saat kondisi cuaca panas dan kemarau panjang.

“Untuk tentunya suhu yang saat ini mempengaruhi daya tahan tubuh ya, dehidrasi yang lebih. Jadi kita bisa siapkan makan yang cukup, air minum yang cukup di kandang-kandangnya,” ujarnya.

Selain menjaga kondisi kuda, pemilik juga perlu menerapkan biosekuriti, termasuk menjaga kebersihan peralatan kandang dan memisahkan kuda yang menunjukkan gejala sakit.

Pelayanan kesehatan kuda tidak hanya menyasar stable yang telah didatangi petugas. Diskanak Purwakarta berencana memperluas kegiatan kepada pemilik kuda secara perorangan.

Termasuk kuda delman dan kuda tarik yang digunakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengawasan kesehatan kuda dapat menjangkau hewan yang berada di luar stable komersial.

Wini mengatakan pelayanan langsung kepada pemilik kuda diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan hewan sekaligus menemukan potensi penyakit lebih cepat.

“Melalui pelayanan kesehatan hewan secara langsung dan berkelanjutan, diharapkan kondisi kesehatan kuda tetap terjaga, potensi penyebaran penyakit dapat dideteksi sedini mungkin, serta masyarakat pengguna dan pemilik kuda memperoleh manfaat dari hewan yang sehat dan terawat,” katanya.

Pelayanan kesehatan kuda tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan vaksinasi rabies gratis yang digelar Diskanak Purwakarta pada 17 September 2026. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan hewan sekaligus mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Purwakarta. (yat)

Related Articles

Back to top button