
PURWAKARTA, RAKA – Kematian Nana, anggota satuan pengamanan (satpam) di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum terungkap setelah lebih dari dua bulan. Hingga Selasa (29/9/2026), polisi masih melakukan penyelidikan dan belum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
Di tengah penantian kepastian tersebut, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Barat turun mendampingi keluarga korban. Organisasi itu berencana berkomunikasi dengan kepolisian untuk memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan perkara.
Sekretaris Jenderal ABUJAPI, Agus Vickram, mengatakan kedatangan tim hukum dan advokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama anggota profesi satpam yang meninggal saat menjalankan tugas.
“Alhamdulillah hari ini sudah berkunjung kepada keluarga almarhum Pak Nana yang menjadi korban ketika melakukan tugas di area kerja, di proyek Jatiluhur. Tujuannya adalah menjadi tanggung jawab moral sebagai manusia atas seprofesi,” kata Agus di Purwakarta, Senin (28/9/2026).
Agus menegaskan, pendampingan tersebut bukan untuk mencampuri kewenangan penyidik. ABUJAPI ingin membantu keluarga memperoleh informasi sekaligus membangun komunikasi dengan kepolisian selama proses penyelidikan berlangsung.
“Kami lahir, hadir bukan untuk mengintervensi polisi. Tapi kami hadir mewakili profesi, mewakili keluarga untuk bisa komunikasi, memberikan support kepada pihak kepolisian dalam melaksanakan tugas dalam penyelidikan,” ujarnya.
ABUJAPI juga berencana mengajukan audiensi dengan Polres Purwakarta maupun Polda Jawa Barat. Agus menyebut organisasinya akan terus memantau perkembangan perkara hingga ada kejelasan berdasarkan hasil penyelidikan.
“Ini kita punya tanggung jawab organisasi. Kita akan terus memonitor kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi sampai jelas. Jangan sampai nanti simpang siur,” katanya.
Ketua Tim Hukum dan Advokasi Peristiwa Kematian Anggota Satpam di Area Waduk Jatiluhur, Deni Hidayatulloh, mengatakan keluarga masih belum memahami secara utuh tahapan penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Informasi tertulis terakhir yang diterima keluarga berupa Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 25 Juli 2026.
“Memang keluarga ini belum memahami mengenai tahapan-tahapan penyelidikan yang dilakukan oleh penyidiknya. Terakhir memang baru mendapatkan SP2HP tertanggal 25 Juli. Dari tanggal itu belum ada lagi,” kata Deni.
Keluarga berharap kepolisian segera menyampaikan informasi resmi mengenai hasil penyelidikan, termasuk kejelasan penyebab kematian Nana. Mereka ingin mengetahui apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan kecelakaan, kelalaian, atau dugaan tindak pidana.
“Harapannya memang itu tadi, apa pun hasilnya keluarga ingin segera mendapatkan informasi yang resmi. Apakah suaminya ini adalah korban kejahatan ataukah murni meninggal wajar,” ujarnya.
Deni mengatakan tim hukum dan advokasi ABUJAPI akan mendampingi keluarga selama proses tersebut berlangsung. Namun, pihaknya menyerahkan penentuan kesimpulan perkara kepada penyidik berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara memastikan penyelidikan masih berjalan. Penyidik terus mengumpulkan informasi dan mendalami berbagai aspek untuk mengungkap peristiwa tersebut.
“Secara umum kegiatan penyelidikan masih berlangsung dan berjalan aman serta lancar. Kami masih terus menggali informasi di lapangan,” kata Made.
Ia menjelaskan, penyidik telah mendalami keterangan sejumlah saksi, aspek keuangan, komunikasi elektronik, rekaman CCTV, kebiasaan korban, hingga rentang waktu krusial sebelum dan saat kejadian. Keterangan saksi juga dicocokkan dengan bukti objektif yang tersedia.
“Beberapa fakta yang diperoleh masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut sehingga penyidik belum menarik kesimpulan akhir dan masih melakukan penyelidikan secara komprehensif terhadap seluruh kemungkinan yang didukung oleh fakta dan alat bukti,” ujar Made.
Hingga lebih dari dua bulan sejak peristiwa tersebut, penyebab kematian Nana masih belum dipastikan. Keluarga menunggu informasi resmi dari kepolisian, sementara ABUJAPI Jawa Barat menyatakan akan terus mendampingi keluarga dan mengawal komunikasi dengan penyidik agar perkembangan perkara mendapat kejelasan.



