Rumah Nenek Siti akan Direhab

PURWAKARTA, RAKA – Sempat terhambat administrasi, akhirnya gubuk reot berpenghuni seorang perempuan lanjut usia Siti (60) yang ada di wilayah Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, segera direhab. “Sejumlah kendala dalam sisi administrasi menjadi penghambat untuk kami mengajukan rumah Emak Siti ini ke dalam program rumah tidak layak huni (Rutilahu),” kata Kepala Desa Cibinong, Handri Surahman, kepada wartawan.
Dia menjelaskan, Siti sendiri merupakan warga pindahan dari Jakarta, sementara rumah yang dia tempati saat ini merupakan peninggalan orang tua Siti. “Emak Siti ini tidak memiliki kartu tanda pengenal seperti KTP atau pun KK, karen dia lama tinggal di Jakarta, nah hal itu menyulitkan kami membantu Emak Siti agar mendapat bantuan dari pemerintah. Namun saya sudah memrintahakn ketua RW setempat untuk mengurusnya, agar ke depan yang bersangkutan dapan menikmati setiap bantuan yang ada,” jelasnya.
Sementara Asep Supriatna, Camat Jatiluhur mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Jatiluhur untuk memberikan bantuan terhadap Siti. “Alhamdulillah sejumlah perusahaan siap memberikan bantuan, bahkan sebagian sudah ada yang memberikan bahan bangunan yang siap dipakai pada proses pembangunan rumah Emak Siti ini,” kata Camat.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI itu menyebut, proses pembangunan rumah di atas tanah seluas 4×6 meter itu pun akan dilaksanakan dalam waktu dekat, paling lambat pada hari Kamis esok. “Untuk proses pengerjaannya sendiri kita akan swadayakan warga sekitar, sementara untuk Emak Siti beserta barang yang dimilikinya kita ungsikan ke rumah saudaranya untuk sementara waktu hingga pembangunan rumahnya selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Siti mengaku merasa bahagia atas bantuan yang tidak lama lagi akan dia terima, rasa haru disertai air mata yang tak terbendung menyertai ungkapan bahagianya. “Alhamdulillah terimakasih banyak bapak-bapak, semoga Allah membalas semua kebaikan bapak-bapak,” ungkap Siti seraya tersedu menangis bahagia.
Janda beranak satu itu mengungkapkan, untuk kebutuhan sehari-harinya, selama ini hanya mengandalkan pemberian dari tetangga dan saudaranya. “Berkat bantuan saudara dan tetangga, kalau makan sehari-hari selalu ada,” ucapnya. (ris)