Purwakarta

RSUD Bayu Asih Kurang Tenaga Medis

PELAYANAN : Ruang pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta terlihat dipadati pengunjung. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu sampai saat ini kekurangan tenaga medis.

PURWAKARTA, RAKA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Kabupaten Purwakarta kurang tenaga medis. Hal ini berpengaruh terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut.

Direktur Badan Layanan Umum Daerah RSUD Bayu Asih Agung Darwis Suriatmadja mengatakan, pihaknya saat ini baru bisa memasang dua dokter jaga dibantu delapan sampai 10 perawat di instalasi gawat darurat (IGD).

Menurutnya, jumlah itu dinilai masih kurang meski saat ini masih standar dan bisa mengcover kegawatdaruratan di IGD. “Kalau memang mau safety, mestinya ada tiga sampai empat dokter yang siaga di IGD. Tapi dua dokter saja sudah cukup, hanya dari segi pelayanan pasti kurang,” ujar Agung, kepada sejumlah awak media, Sabtu (29/2) lalu.

Biasanya, jam-jam sibuk IGD berkisar antara pukul 17.00-20.00 WIB. Dengan kondisi RSUD yang juga kekurangan ruangan, antrean pelayanan di IGD selalu memanjang.

Meski begitu, pelayanan terhadap pasien darurat terlebih diprioritaskan untuk meminimalisasi hal tidak diinginkan. “Kita memiliki dokter umum dan spesialis sebanyak 70 orang, yang disiagakan di IGD dua orang, tiap delapan jam atau tiga kali 24 jam roling,” ujarnya.

Tak hanya itu, penambah tenaga administrasi dan customer servis juga perlu dilakukan agar tenaga medis fokus dalam mengurus pasien. “Jadi tenaga kesehatan hanya fokus mengurus pasien. Sekarang kan tenaga kesehatan selain sibuk mengurus pasien, juga menginformasikan perkembangan pasien kepada pihak keluarga,” kata Agung.

Agung menyebut, untuk menutup kekurangan itu saat ini pihaknya mulai mencicil belanja tenaga kesehatan dokter dan perawat, termasuk peralatan.
Kisaran anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1 miliar untuk belanja tenaga medis, fasilitas termasuk penambahan ruangan untuk pasien kelas III. “Kita tidak akan menggunakan DAK dan APBD. Kita akan pakai dana fungsional yang ada. Kita masih mampu,” ujarnya.

Kondisi BPJS Kesehatan yang belum pulih, termasuk pemkab sendiri masih punya sangkut paut utang dengan RSUD Bayu Asih tidak bisa terlalu ekspansif menambah SDM dan fasilitas. “Tapi pasti tenaga medis, peralatan dan fasilitas ruangan pasien kita tambah,” ujarnya. (gan)

Related Articles

Back to top button