Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Warga Purwakarta Rela Jalan 500 Meter Demi Air Bersih

PURWAKARTA, RAKA – Kemarau yang berlangsung sekitar tiga bulan membuat warga Kampung Cipeuteuy, Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, harus menempuh perjalanan hampir 500 meter untuk mendapatkan air bersih.

Sumur warga mulai mengering, sementara aliran air dari jaringan PAM PJT II disebut sudah lama tidak berjalan optimal. Kondisi itu memaksa warga mengandalkan Mata Air Cipeuteuy yang berada cukup jauh dari permukiman.

Setiap pagi dan sore, warga membawa wadah bekas air mineral menuju sumber mata air. Jalan yang harus dilalui tidak mudah karena sebagian jalurnya curam dan terjal.

Sesampainya di lokasi, warga masih harus menunggu hingga wadah terisi. Debit mata air yang semakin kecil membuat proses pengambilan air membutuhkan waktu lebih lama.

Kanda Komdoy, warga Kampung Cipeuteuy, mengatakan kemarau sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut membuat sebagian besar sumur warga mengering.

“Musim kemarau itu sudah lama, tiga bulan. Sumur-sumur sudah kering semua, kebanyakan,” ujar Kanda, Senin (5/10/2026).

Ia mengaku hampir setiap hari mengambil air dari mata air tersebut. Dalam sehari, sekitar 10 galon air dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Ya, tiap sore, pagi. Sehari sekitar 10 galon,” katanya.

Bagi warga, persoalan bukan hanya jarak menuju sumber air. Jalan yang terjal membuat aktivitas mengambil air semakin berat, terlebih ketika dilakukan sejak pagi buta saat kondisi masih gelap.

“Memberatkan kalau habis itu subuh di sini banyak pakai senter,” ujarnya.

Warga pun harus bolak-balik dari permukiman menuju mata air. Air yang dibawa pulang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah sumur-sumur warga yang mulai kehilangan sumber air.

Sebagian warga memilih membeli air ketika memungkinkan. Namun, ketersediaan air curah juga disebut terbatas sehingga tidak selalu menjadi solusi.

Kanda berharap pemerintah segera mendistribusikan bantuan air bersih langsung ke permukiman warga. Menurutnya, bantuan tersebut lebih dibutuhkan karena warga kesulitan jika harus terus mengambil air dari sumber yang debitnya semakin kecil.

“Kalau masyarakat mah minta dikirim air bersih saja, biar enggak kesusahan,” katanya.

Kondisi Mata Air Cipeuteuy juga mulai mengkhawatirkan. Debit yang terus menyusut membuat warga khawatir sumber tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan apabila kemarau berlangsung lebih lama.

Bagi warga Kampung Cipeuteuy, perjalanan hampir 500 meter melewati jalan terjal kini menjadi rutinitas untuk mendapatkan kebutuhan paling dasar. Wadah yang dibawa kosong dari rumah harus kembali dalam keadaan penuh agar kebutuhan air keluarga bisa terpenuhi.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, warga berharap distribusi air bersih segera dilakukan sekaligus adanya solusi jangka panjang agar mereka tidak terus bergantung pada sumber air yang semakin sulit dijangkau dan debitnya terus menurun. (yat)

Related Articles

Back to top button