Berbekal Pipa, Warga BMI 1 Buat Alat Sterilisasi

KREATIF: Warga BMI 1 membuat alat sterilisasi dari paralon untuk mencegah penularan virus corona. Warga yang melewati alat ini akan disiram antiseptik dari kandungan alkohol dan air.

CIKAMPEK, RAKA – Berbekal pompa air elektrik, pipa, selang, dan kran sprayer, ternyata bisa dibuat menjadi alat sterilisasi. Seperti yang dilakukan warga RT 01/16, Perumahan BMI 1, Desa Dauwan Tengah, Kecamatan Cikampek. Dua unit alat sterilisasi telah mereka buat sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan virus corona.

Ahmad Rizal, koordinator pembuatan alat sterilisasi mengatakan hanya perlu waktu satu hari untuk merakit satu gate alat tersebut. Dibutuhkan modal berkisar Rp1,3 juta sampai Rp2 juta untuk membuat satu gate, perbedaan modal tergangung jumlah kran yang yang digunakan. Saat ini baru dua gate yang mereka buat, rencananya mereka akan membuat tiga gate tambahan yang nantinya akan dipasang di lima gang lingkungan mereka. Mereka juga akan menutup beberapa akses masuk sehingga nantinya hanya ada satu akses selama wabah corona berlangsung.

Ahmad menuturkan, kreatifitas warga tersebut memang sengaja dilakukan demi keamanan lingkungan mengingat saat ini tengah merebak wabah corona. Dana untuk membuat semua ini diakuinya merupakan donasi dari beberaoa warga. “Kami baru ada dua gate yang bisa digunakan karena memang donasinya juga masih kurang, mudah-mudahan kedepan ada donasi dari warga yang lain,” ucapnya.

Dengan hadirnya gate tersebut, setelah dipasang nanti diharapakan warga yang keluar masuk sudah steril. Dikatakannya, setiap warga tidak mungkin membuat disinfektan sendiri di masing-masing rumah. Siapapun mereka yang datang baik warga setempat ataupun tamu diharapkam tetap steril. “Karena kalau sudah masuk ke sini mereka akan bertemu dengan keluarga, sayangilah keluarga kita, tetap work from home, tapi kan masih ada yanh mesti bekerja, nah kita antisipasi biar mereka tetap steril dan keluarganya aman,” paparnya.

Adapun cairan yang digunakan untuk alat sterrilisasi ini adalah antiseptik berupa campuran air dan alkohol. Takaran yang digunakan menerapkan perbandingan 0,5 persen alkohol untuk satu liter air. Ahmad mengaku telah berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan sehingga cairan tersebut aman digunakan.

Salah satu warga Endang Rahmat (37) mengatakan, hadirnya alat tersebut sangat bermanfaat, mengingat masih ada sebagian warga yang masih harus bekerja ke luar rumah. Menurutnya dengan alat tersebut warga lebih terjaga kesehatannya. “Mungkin akan lebih terproteksi lagi ya, karena ini pas di depan pintu masuk ke lingkungan kita,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *