Kalijati jadi Desa Digital

LAUNCHING : Pemerintahan Desa Kalijati saat launching aplikasi Sapa Cetar.

JATISARI, RAKA – Pemerintah Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, dalam rangka menyambut era industri 4.0 pelayanan di Desa Kalijati pun sudah berbasis aplikasi android.

Program yang digagas langsung oleh Kepala Desa Kalijati Deni Supriatna itu diberi nama Sapa Cetar, dan secara resmi dilaunching oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di balai Desa Kalijati, Kamis (13/2).

Kepala Desa Kalijati, Deni menyampaikan, apa yang dilakukan oleh dirinya tiada lain untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain pembangunan fisik yang genar dilakukan, dalam hal pelayanan dokumen pemerintahan kini desa yang dipimpinnya memberikan kemudahan kepada warga. “Jadi gak ada antre, tinggal isi apa yang diinginkan di aplikasi Sapa Cetar maka langsung diproses,” ujar Deni.

Dia menyampaikan, dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa poin, seperti pelayanan, cek status surat, KTP digital, what’s on, fashion shops, kaki lima, dan go cetar. “Jadi tinggal download aplikasinya. Semua bisa dilakukan dengan mudah,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan, aplikasi tersebut bukan hanya urusan pelayanan pemerintahan. Didalamnya terkonek dengan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seperti untuk shoping dan belanja makanan. “Setelah dipesan maka akan langsung diantar,” ujarnya.

BUMDes sendiri sudah beberapa unit usaha yang jalan, mulai dari sembako, toko fashion, isi ulang air RO dan termasuk mengkoordinir produk-produk UMKM yang ada di wilayah Kalijati, makanya di dalam aplikasi ada kolom kaki lima. “Semoga bermanfaat untuk warga,” ujarnya.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengapresiasi program inovatif yang dilaunching oleh Desa Kalijati. Itu menunjukan kepala desanya semangat dalam membangun desa dan warganya. Termasuk cakap dalam menangkap peluang. “Kalijati jadi salah satu desa digital yang ada di Karawang,” ujarnya.

Dia juga berjanji, Desa Kalijati akan dijadikan kawasan wisata pertanian terpadu termasuk membangun tempat untuk memasarkan produk UMKM warga. “Insya Allah 2021 kami bangun (gedung central UMKM), tapi kami minta desa menyediakan tanahnya yah. Tanahnya harus aset desa,” pungkasnya.

Proses launching dihadiri oleh hampir seluruh kepala desa di Kecamatan Jatisari termasuk beberapa kepala desa di Kabupaten Karawang, seperti Kades Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek, Kades Duren Kecamatan Klari. Turut hadir juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sabil Akbar dan ketua DPRD Karawang Pendi Anwar. (zie)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *