Kawasan Timor Balap Liar

TANDA ASET DISITA: Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia memasang pelang penyitaan PT Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek.

CIKAMPEK, RAKA – Aktivitas warga di wilayah PT Timor Putra Nasional masih berjalan seperti biasanya, meski aset milik Tommy Soeharto tersebut disita oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), Jumat (5/11).

Satpam kawasan PT Timor Putra Nasional (TPN) dan PT Mandala Pratama Permai, Nanang mengatakan, beberapa waktu lalu Satgas BLBI telah menyita dan memasang papan peringatan terkait penyitaan PT TPN milik putra bungsu dari mantan presiden Republik Indonesia ke-2. “Hari Jumat lalu petugas BLBI yang dikawal oleh Polri memasang papan penyitaan,” ucapnya saat berbincang dengan Radar Karawang, Minggu (7/11).

Meski begitu, kata Nanang, aktivitas di lokasi tersebut masih berjalan seperti biasa, Minggu pagi kemarin saja banyak warga yang menggunakan lokasi tersebut untuk joging dan melakukan aktivitas olahraga lainnya. Menurutnya, kegiatan penyitaan yang berlangsung beberapa hari lalu itu tidak berdampak pada aktivitas warga. “Toh kemarin cuma kegiatan kenegaraan saja, ” tambahnya.

Ia mengaku, penyitaan aset PT TPN juga tidak melakukan pembatasan seperti penutupan akses, sehingga warga dapat keluar masuk kawasan. Apalagi warga setempat kerap menggunakan akses jalan di kawasan tersebut. “Khususnya bagi warga Cikampek Timur dan Kamojing. Karena jalan ini memang akses mereka untuk pulang pergi kerja,” akunya.

Masih dikatakannya, meski tidak ada larangan atau pembatasan jarak setelah dilakukan penyitaan, pihaknya selaku petugas keamanan akan tetap menjaga kondusifitas lingkungan. Diluar itu ia tetap menekan potensi terjadinya kenakalan remaja yang sering menggunakan lokasi tersebut, untuk nongkrong dan berpacaran. “Apalagi sering digunakan trek balapan, maka dari itu kita tetap menjaga keamanan dan kondusifitas di wilayah sini, apalagi ada kawasan yang sudah diambil alih oleh negara,” pungkasnya.
Andi (32) warga Kamojing mengaku hampir setiap hari menggunakan akses kawasan tersebut untuk bepergian ke Karawang. “Lebih cepat dan jalannya bagus,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kawasan tersebut dikenal sepi dan nyaman untuk bersantai karena di beberapa titik banyak pepohonan rindang. Kondisi itu kerap digunakan remaja untuk melakukan perbuatan negatif. “Suka ada balap liar, namun kerap dibubarkan satpam. Banyak juga yang pacaran,” katanya. (mal)