Pupuk Kujang Bantu Pelaku UMKM Hasilkan Beras Premium Standar SNI

UMKM BINAAN: Euis Dedah, pelaku UMKM binaan Pupuk Kujang memperlihatkan beras Griya Rosydan.

CIKAMPEK, RAKA – PT Pupuk Kujang Cikampek membina pelaku UMKM hingga mampu menghasilkan beras premium dengan standar mutu yang tinggi. Bahkan produk beras tersebut berhasil mendapatkan sertifikat SNI dari Badan Standardisasi Nasional.
Pelaku UMKM tersebut adalah Euis Dedah (43) pemilik hak merek dagang beras Griya Rosydan (GR). Beras GR adalah beras premium dari Karawang yang pertama mendapat SNI dari BSN di tahun ini. Sertifikat SNI diserahkan langsung oleh Kepala BSN Kukuh S Achmad dalam acara Indonesia Quality Expo 2021 di Bandung. “Kami mendampingi seluruh proses dan tahapan hingga beras Griya Rosydan mendapat SNI dari BSN,” kata Sintawati, VP Sistem Manajemen Pupuk Kujang, saat ditemui usai acara Indonesia Quality Expo 2021, Kamis (4/11).

Sintawati menuturkan, Pupuk Kujang berkomitmen terus meningkatkan mutu hingga mencapai standar tinggi dalam setiap produknya. Semangat itu juga ditularkan kepada setiap pelaku UMKM yang menjadi binaan Pupuk Kujang. “Kami mendorong semangat menghasilkan produk terbaik bagi konsumen. Tidak hanya untuk produk-produk kami, namun juga kepada seluruh mitra binaan kami,” kata Sintawati.
“Beras GR ini menjadi salah satu contoh, mitra binaan UMKM Pupuk Kujang yang terus menjadi lebih baik,” Sinta menambahkan.
Euis Dedah, secara resmi menjadi mitra binaan Pupuk Kujang pada tahun 2019.

Sejak saat itu, Pupuk Kujang mendampingi Euis hingga bisa membawa beras GR ke level lebih tinggi. Perjalanan bisnis Euis dimulai dari sebuah jongko beras kecil berukuran 4X6 meter di Cikampek Timur. Usahanya perlahan berkembang dan mendapat banyak pesanan. Euis yang butuh suntikan modal untuk memenuhi pesanan yang bejibun kemudian mendaftar menjadi mitra binaan Pupuk Kujang.

Dengan modal tersebut, Euis kemudian menjajaki kerjasama dengan sejumlah penggilingan beras di Karawang.
Dari sana, Euis mendapat suplai breas-beras terbaik dari seluruh penjuru Karawang, seperti dari Jatisari, Cilamaya, Batujaya hingga Wadas. Untuk menjaga kualitas produk yang dipasarkan, Euis menggunakan alat pengecek kadar air dan alat pemisah broken. Melalui alat itu, Euis mendapat beras-beras terbaik dari penjuru Karawang. “Hingga akhirnya saya memilih menjual beras premium,” kata Euis.

Saat ini, PD Griya Rosyda telah berkembang pesat. Jika dulu, saat masih warung sembako omzet di kisaran Rp5-10 juta, sekarang ia bisa meraih omzet hingga Rp 1,5 miliar per bulan. Di tangan Euis, saat ini, PD GR semakin berkembang dan bisa mempekerjakan masyarakat sekitar. Pelan tapi pasti, PD Griya Rosyda terus tumbuh dan berkembang. Bermula dari kios sembako hingga punya dua gudang beras, toko beras besar dan sejumlah armada angkut. Saat ini, beras GR pun menjadi merek beras pertama di Karawang yang mendapat sertifikat SNI dari BSN di tahun ini. (rls)