TPS Puri Anggrek Mau Ditutup

MENGGUNUNG: Sampah di TPS Puri Anggrek sudah menggunung. Dari tempat ini sering menimbulkan bau tak sedap dan bisa menimbulkan penyakit sehingga TPS ini akan ditutup.

Dekat Pemukiman, Timbulkan Bau

KOTABARU, RAKA – Warga yang membuang sampah di TPS Perumahan Rancamanyar, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru telah berkurang. Warga disarankan untuk membuang sampah langsung ke TPA Jalupang, karena tempat saat ini akan ditutup.
Ketua RT 03/07 Jarwo mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan kepala dusun (kadus) dan kepala desa, akhirnya warga RT 03 dan warga RT 07 telah membuang sampah secara langsung ke TPA Jalupang.

Menurutnya, warga juga sudah tidak tahan dengan keberadaan TPS Puri Anggrek yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga setempat. “Karena lokasinya di pemukiman, jadi kita sudah tidak tahan dengan bau sampah tersebut,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Kamis (23/9).

Ia menambahkan, meskipun warga RT 03 dan RT 07 Perumahan Rancamanyar, berhasil membuang sampah ke TPA Jalupang, beberapa warga di wilayah lainnya masih membuang sampah ke lokasi tersebut contohnya warga Perumahan Kotabaru Residen. “Ada satu RT yang masuk wilayah Desa Wancimekar, cuma nanti mau koordinasi. Kalau memang mau disatukan pembuangannya dengan sampah di RT 03 kita siap jemput sampahnya,” tambahnya.

Sementara itu Kades Wancimekar Dimyat Sudrajat, membenarkan bahwa jumlah pembuang sampah ke lokasi TPS berangsur-angsur telah berkurang. Sedangkan warga yang masih membuang sampah di TPS itu merupakan warga Dusun Kalioyod, dan satu RT di Perumahan Kotabaru Residen yang mauk wilayah Wancimekar. Pihaknya bersama Kadus Kalioyod tengah mencari solusi agar sampah di Dusun Kalioyod dapat dibuang langsung ke Jalupang. “Karena kalau buang sampah ke Jalupang mereka terkendala dengan anggaran, karena Kalioyod ini merupakan perkampungan, sehingga rada sulit menggerakan iuran sampah ini,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika seluruh warga Wancimekar sudah tidak membuang sampah ke TPS Puri Anggrek, secara otomatis ia akan menutup paksa TPS yang sudah beroperasi puluhan tahun itu, meskipun warga di luar Desa Wancimekar masih banyak yang membuang sampah di TPS tersebut. “Terserah warga luar mau buang di mana, yang pasti target kita menutup TPS ini, walaupun butuh kesabaran karena kita harus selesaikan dulu dengan warga kita. Kalau kita tutup sekarang yang ada malah muncul masalah baru,” pungkasnya. (mal)