Dilantik, Dewan Pendidikan Pakai Batik Khas Purwakarta

PAKAI BATIK PURWAKARTA: Pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA – Sudah tidak diragukan lagi jika batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun menurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik daerah tertentu. Salah satunya motif batik yang dirancang oleh para kawula muda dari Kabupaten Purwakarta. Inovasi batik itu diberi nama Batik Khas Purwakarta.

Mengapresiasi karya anak muda Purwakarta tersebut, dalam agenda pelantikan Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Purwakarta, para pengurusnya kompak menggunakan batik yang memiliki ciri atau karakter masyarakat Purwakarta yang tumbuh berkembang itu.
“Tentunya kita sangat mengapresiasi dan bangga dengan kreativitas anak muda Purwakarta yang perlu didukung oleh semua pihak agar bisa berkembang sehingga karyanya dapat menjadi batik khas Purwakarta, Jawa Barat bahkan Nasional. Suatu saat mungkin bisa menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi,” kata Ketua Wandik Kabupaten Purwakarta Agus Marzuki di sela-sela pelantikan di Pendopo Pemkab Purwakarta.

Menurutnya, ini sebuah inovasi dan kreativitas yang patut diapresiasi. Tentunya inovasi batik di Purwakarta ini melalui proses panjang, dan dimulai dari pendidikan yang baik.

Agus mengatakan, pihaknya pernah diundang oleh Bidang Kepemudaan Disporaparbud Purwakarta bertemu dengan salah seorang mojang berprestasi tingkat Jawa Barat asal Purwakarta yang telah mengembangkan motif batik khas Purwakarta, yakni motif cengkeh, pala, simping dan buah manggis.
“Nama anak muda dari Kecamatan Wanayasa itu, Wida Awaliya. Kami kira ini salah satu wujud konkret keberhasilan pendidikan berkarakter di Purwakarta,” beber Agus.

Kabid Kepemudaan Disporaparbud Purwakarta Ahmad Arif Imamulhaq, menyampaikan bahwa sejauh ini bidang kepemudaan berikhtiar mengawal generasi muda dengan beragam potensi yang dimilikinya dengan mendasarkan pada pendidikan karakter.

Menurutnya, dengan kewenangan yang diberikan oleh bupati dalam urusan kepemudaan ini, pihaknya terus berikhtiar mengawal anak-anak muda pada usia 16-30 tahun dengan mendorong dan memotivasi mereka agar selalu berani berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya.
“Ada energi besar pada diri anak-anak muda yang mesti disalurkan pada jalur positif dan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Namun, kami tidak mungkin berjalan sendirian, perlu kolaborasi dan sinergitas dengan stakeholder terkait guna mengawal generasi ini,” ujarnya.

Dia berharap pembinaan generasi muda ke depan dapat lebih baik dengan mengedepankan pendidikan berkarakter, prinsip kemandirian berkarya sejalan dengan semangat kewirausahaan serta penyediaan fasilitas sarana prasarana yang memadai.

Dalam hal pembinaan generasi muda, lanjut Arif, yang utama adalah pendidikan karakternya. Karakter itu terdiri dari karakter kinerja dan karakter moral. Karakter kinerja semisal rajin, berani, disiplin dan bertanggung jawab. Adapun karakter moral diantaranya jujur, sopan santun, dan memiliki kebaikan hati yang tulus.
“Insyallah tahun depan sesuai arahan ibu bupati, kami akan merencanakan pembangunan gedung Kwarcab Pramuka dan Gelanggang Generasi Muda yang dapat dimanfaatkan untuk pembinaan generasi muda yang lebih istimewa. Dan, rencananya pada tanggal 2 Oktober nanti, kami akan menggelar Festival Membatik bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, dan para perajin batik lainnya dengan melibatkan para pelajar dan warga masyarakat Purwakarta,” pungkasnya. (gan)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *