Eyang Gandasoli Penyebar Agama Islam di Purwakarta

SELALU DIZIARAHI: Makam Eyang Gandasoli selalu diziarahi peziarah dari dan luar Purwakarta.

Benda Peninggalan Hanya Dibuka Bulan Rabiul Awal

PURWAKARTA,RAKA – Makam Eyang Dalem Gandasoli, yang terletak di Kampung Lembur Kolot Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, tak pernah sepi dari para peziarah, termasuk di bulan suci Ramadan 2021 ini.

Menurut Riady (35), salah seorang warga sekitar mengatakan, jika hampir setiap hari makam Eyang Dalem tetap ramai dikunjungi peziarah. Tak hanya penduduk lokal, warga yang datang juga berasal dari berbagai wilayah. “Ada kemari dari Karawang yang bermalam di sini,” katanya, Kamis. (15/4).

Dirinya mengatakan, bukan hanya malam hari para peziarah juga banyak yang datang saat siang menjelang sore. “Ada juga warga disini sebelum menunuggu buka mendoakan sesepuh disini,” katanya.

Sementara, Juru Kunci Makam Eyang Dalem Gandasoli, Umar Sidik mengatakan, hampir setiap malam ada saja para peziarah datang. Terlebih jika Kamis malam jumlah para peziarah dapat dikatakan meningkat. Umar mengaku makam ini sejak dulu dirawat dan dilestarikan secara turun temurun. “Banyak yang datang kesini bahkan ada yang menginap berhari-hari,” katanya.

Semasa hidupnya, Eyang Dalem Gandasoli ini merupakan penyebar agama Islam di daerah Purwakarta yang singgah di Gandasoli. Desa tersebut saat ini masuk ke wilayah Kecamatan Plered. Maka tak heran jika banyak masyarakat menyempatkan untuk berziarah ke sini. “Peninggalannya ada tasbeh, jubah (pakaian), kitab dan lainnya. Peninggalannya itu disimpan nenek saya di Kampung Cipeucang, Gandasoli, Plered,” katanya.

Benda peninggalan Eyang Gandasoli tidak sembarang waktu bisa dibuka, akan tetapi ada waktu-waktu tertentu seperti bulan Mulud atau Rabiul Awal. “Kalau mau lihat peninggalannya ada, tapi harus bulan itu,” kata Umar Sidik.
Disinggung datang dan meninggalnya kapan, ia mengaku tidak mengetahui secara detail, yang pasti Eyang Gandasoli berasal dari arah timur. Dia datang tidak hanya sendiri akan tetapi bersama dengan Eyang Balung Tunggal dan lainnya. “Jadi di sini tidak hanya Makam Eyang Gandasoli saja, akan tetapi ada juga Eyang Balung Tunggal, Eyang Jahroni, Embah Camat dan lainnya,” ujar dia.(gan)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka