Gerakan Perkonomian Lewat Majelis Taklim

GERAKAN EMAK-EMAK: BKMT Purwakarta bakal memaksimalkan gerakan ekonomi majelis taklim.

PURWAKARTA, RAKA – Majelis taklim di Kabupaten Purwakarta ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Setiap majelis taklim didorong untuk membuat produk bernilai ekonomis dengan memberdayakan sumber daya yang ada. Program itu digulirkan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Purwakarta. “Kami mengarahkan persatuan majelis taklim di setiap kecamatan untuk membuat produk unggulan,” kata Ketua BKMT Purwakarta Ifa Faizah Rohmat saat dihubungi, Minggu (21/11).

Dijelaskan, produk-produk tersebut selanjutnya akan dipasarkan di Galeri Al Muhajirin Jalan Veteran Purwakarta. Rencananya, tempat tersebut akan diluncurkan secara resmi pada Desember 2021. Ifa menyebutkan, majelis taklim di Purwakarta memiliki potensi yang besar. Dari sisi kuantitas, ada 31 Persatuan Majelis Taklim (Permata) yang terdaftar di BKMT Purwakarta. Di mana, masing-masing Permata terdiri dari 10-20 majelis taklim dengan anggota masing-masing diperkirakan hingga ratusan. “Majelis taklim ini istilahnya the power of emak-emak yang sebenarnya,” ujar Ifa.

Secara kualitas, lanjut Ifa, para anggota majelis taklim itu juga dinilai potensial. Dia mengatakan para ibu tak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tapi juga berbicara di hadapan publik, memasak hingga berkesenian. Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan bank sampah majelis taklim dalam waktu dekat. “Jadi, sampah yang dikumpulkan dan diolah oleh para anggota majelis taklim ini akan dikonversi menjadi tabungan emas,” ujarnya.

Pengoperasian bank sampah itu diakuinya, akan bekerja sama dengan PT Pos. Secara teknis, sampah yang telah dikumpulkan di setiap permata selaku koordinator majelis taklim, akan dijemput oleh kendaraan operasional khusus. Lebih lanjut Ifa menambahkan, BKMT Purwakarta juga terus mendorong majelis taklim yang ada untuk mendaftarkan kelompoknya ke Kementerian Agama. Ifa pun mengatakan pendaftaran mereka saat ini masih dalam proses. “Pendaftaran itu untuk mendata berapa jumlah anggota majelis taklim dan apa kurikulumnya. Makanya, dari BKMT Purwakarta memberikan pembinaan, pelatihan kurikulum majelis taklim,” jelasnya.

Dikatakan pula, kemampuan para anggota majelis taklim itu selanjutnya diuji dalam berbagai perlombaan yang digelar saat Hari Ulang Tahun atau Milad ke-18 BKMT di Kafe Adjengan Purwakarta. Perlombaan yang digelar di antaranya seperti lomba pidato, fashion show hingga olah pangan nonberas.

Ifa mengakui, program majelis taklim yang biasanya digelar di masjid-masjid sempat terkendala pandemi Covid-19. Mereka terpaksa menghentikan pengajian tatap muka dan menggantinya dengan pengajian daring.
“Ke depannya, majelis taklim harus membiasakan diri dengan teknologi digital. Majelis taklim go digital sudah kita lakukan. Selain memanfaatkan teknologi digital, BKMT Purwakarta berencana memanfaatkan stasiun televisi untuk berdakwah,” pungkasnya. (gan)