Jalan Ditembok, Pemda Hanya Bisa Protes

DITEMBOK: Akses jalan menuju Curug Tilu di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, ditutup tembok.

PURWAKARTA, RAKA – Penutupan akses jalan menuju objek wisata Curug Tilu yang diduga dilakukan oleh orang suruhan mantan kades, mendapatkan reaksi. Namun Pemkab Purwakarta tidak bisa berbuat banyak. Penutupan akses jalan itu membuat masyarakat tak bisa lagi menikmati pesona keindahan alam khas objek wisata yang berada di Kampung Gunung Buleud, Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisporaparbud) Kabupaten Purwakarta Agus Hasan Saepudin menyayangkan adanya penutupan destinasi wisata ini, karena menyangkut hidup orang banyak, dalam hal ini perekomian masyarakat sekitar.

Namun Agus mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Karena menjadi ranah pemerintah desa. “Kalau pengelolaan, itu ada di desa setempat. Kalau kami sebatas membatu pengembangan dan promosinya saja. Kami sih menyayangkan adanya kejadian ini, soalnya menyangkut hidup orang banyak,” kata Agus, Selasa (7/12).

Agus menambahkan, dari informasi yang diterimanya, saat ini pihak kecamatan dan beberapa tokoh terkait di desa tersebut sedang melakukan komunikasi duduk persoalannya. “Kami masih menunggu hasil musyawarah di tingkat kecamatan, jadi saya tidak bisa mendahuluinya. Disporaparbud juga mengirimkan perwakilan untuk mengikuti musyawarah tersebut,” ungkapnya.
Pihaknya hanya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik. “Kami berharap masalah ini cepat segera diselesaikan dan Curug Tilu bisa kembali dibuka, serta objek wisata tersebut bisa dinikmati kembali oleh masyarakat, akhirnya ekonomi di sana kembali berjalan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Sekertaris Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Ciririp Anwar Ibrahim mengatakan, penutupan akses jalur menuju Curug Tilu itu barawal dari saling klaim kepemilikan tanah antara seorang warga dengan pemerintah desa. “Jadi, warga yang juga merupakan mantan kades sebelumnya itu mengklaim bahwa jalur tersebut berada di atas tanah miliknya. Kami sedang menelusuri kebenaran dari kepemilikan lahan ini. Apakah benar itu merupakan tanah pribadi apa bukan,” ungkapnya.

Dia juga menyayangkan dengan adanya kejadian ini. Karena menurutnya, hal ini secara tidak langsung berdampak pada roda perekonomian warga sekitar yang saat ini mulai menggeliat setelah adanya penutupan destinasi wisata. “Dengan ditutupnya Curug Tilu warga sekitar dirugikan secara ekonomi. Di bagian lain, sejumlah warga di desa tersebut saat ini telah membuat jalan alternatif supaya Curug Tilu bisa kembali dinikmati,” ungkapnya. (gan)