Kasus Covid-19 di Purwakarta Meningkat

Jubir Gugus Tugas Purwakarta
Deni Darmawan

PURWAKARTA, RAKA – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purwakarta mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari gugus tugas Purwakarta, terjadi penambahan sebanyak lima orang sehingga pasien positif saat ini berjumlah 525 orang masih dalam perawatan atau isolasi.

Juru bicara gugus tugas Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan, untuk orang yang kontak erat dengan pasien positif tak ada penambahan dengan masih berjumlah 562 orang, suspek bertambah 14 orang menjadi 225 orang. “Secara komulatif warga terkonfirmasi positif ada 2.249 orang dan yang telah dinyatakan sembuh ada 1.639 orang, serta yang meninggal dunia ada 94 orang,” katanya, Minggu (27/12).

Deni terus menerus tak hentinya mengimbau kepada semua warga Purwakarta untuk menaati anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Tak hanya itu, Pemda Purwakarta pun telah mengeluarkan surat edaran bupati terkait adanya perayaan natal dan tahun baru 2021, dengan meminta warga untuk tetap berdiam di rumah tak pergi berwisata yang justru dapat berpotensi menyebarluas wabah corona. “Ambu telah mengeluarkan edaran agar warga diminta tidak pergi ke mana-mana alias berwisata. Warga pun diminta untuk tak merayakan natal dan tahun baru,” katanya.

Disisi lain sebanyak 853 aparat personel gabungan diterjunkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta mengamankan perayaan natal dan tahun baru.

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana mengatakan, ada sebanyak 853 personel yang terdiri dari 467 personel polri dan 386 personel dari instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi terkait lainnya. “Pengamanan kegiatan ini (Nataru) adalah selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Yang bertujuan untuk pengamanan situasi kamtibmas selama libur Natal dan Tahun Baru,” ucap Ali, pasca operasi Gelar pasukan di Mapolres Purwakarta belum lama ini.

Kapolres menambahkan, pihaknya mendirikan 42 pos pengamanan dan pelayanan selama libur panjang Nataru. “Ada 42 pos yang kami dirikan, mulai dari pos pam, pos terpadu, pos pelayanan dan pos pengamanan yang tersebar di seluruh kabupaten Purwakarta. Selain itu di Kabupaten Purwakarta ada 14 gereja yang tersebar di 3 kecamatan,” kata Ali.

Dirinya menjelaskan, untuk titik sasaran pengamanan adalah jalan yang digunakan para pengguna jalan, rest area di jalan tol, jalur arteri. Kemudian gereja pada saat perayaan natal, juga objek wisata dan tempat-tempat lain yang kemungkinan digunakan warga untuk kegiatan. “Dari pihak gereja juga sudah menyampaikan bahwa untuk tahun ini tidak ada perayaan, akan tetapi hanya ibadah saja di gereja masing-masing,” jelas Ali.

Ketika disinggung terkait jika ada kerumunan, ia menyebut personil dari TNI/Polri dan Satpol PP akan membubarkan kerumunan tersebut. “Sudah ada sanksi hukumnya, sanksi administratif dari pemerintah daerah yang sedang digodok. Sanksi itu sudah disosialisasikan kepada warga dan diharapkan warga dapat menaatinya,” kata Kapolres.

Selain itu, dirinya berharap warga sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah masa pandemi, dan tidak mengadakan kegiatan pada perayaan tahun baru yang menimbulkan kerumunan. “Mudah-mudahan warga bisa menjaga kondusifitas kegiatan nataru di tahun ini. Tak lupa kami terus mengimbau masyarakat supaya terus taati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Karena, dengan menerapkan itu dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita terus kampanyekan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkas AKBP Ali Wardana. (gan)