Kemarau, Air Mancur Sri Baduga Berhenti

PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta tak fungsikan air mancur Sri Baduga untuk sementara waktu. Pemberhentian operasional air mancur tersebut dikarenakan minimnya suplai air di musim kemarau.

Kepala Disporaparbud Agus Hasan Saepudin mengatakan, musim kemarau saat ini mengakibatkan pasokan air yang tadinya mengalir ke Situ Buleud dipergunakan oleh para petani daerah Citalang, Tegal Munjul, Pasawahan. “Kita tak bisa memaksa, di jalannya diambil oleh petani, paling kalau ada air hujan. Dan nunggu sampai musim kemarau berakhir,” terangnya, Rabu (19/09).
Dia juga mengatakan, pemberhentian operasional air mancur Sri Baduga tersebut sudah berlangsung sekitar 4 minggu. “Paling kalau ada event besar suatu waktu atau kalau ada tamu khusus. Seperti rakornas PMI kemarin,” jelas dia.

Dia juga mengatakan, untuk menyiasati pertunjukan air mancur selagi ada event besar, dirinya mengaku mengurangi durasi air mancur dan aliran air mancur yang tak difungsikan seluruhnya. “Kita mainkan yang ditengah saja. kalau normal bisa 25 sampai 40 menit kalau sekarang hanya 10 menit saja,” papar dia.

Lebih lanjut Agus menilai, seharusnya memang ada jalur khusus, untuk pengairan situ, tapi memang biayanya bisa menghabiskan anggaran cukup besar. “Volume pengunjung masih banyak, disiasatinya pake air mancur yang ada di taman maya datar supaya penonton tidak kecewa. Udah diumumkan melalui website untuk pengalihan,” pungkasnya. (ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here