Masa Tenang Pilkades Serentak Bikin Tegang

PILKADES SERENTAK: Kepala DPMD Purwakarta Jaya Pranolo mengingatkan agar calon kades legowo.

PURWAKARTA, RAKA – Mulai tanggal 13, 14 dan 15 Oktober 2021, tahapan pilkades serentak di 170 desa memasuki masa tenang. Masa tenang, menjadi hari-hari menegangkan bagi para calon kepala desa dan para pendukungnya.
Seluruh calon kepala desa maupun tim sukses pemenangan calon kades, tidak lagi diperbolehkan melakukan aktifitas yang berbau kampanye. Pemilihan kepala desa bakal digelar pada Sabtu, 16 Oktober 2021 mendatang.

Dalam masa tenang ini, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta Jaya Pranolo, seluruh atribut peraga kampanye harus ditertibkan oleh panitia pengawas desa yang bekerjasama dengan tim pemenangan calon kades masing-masing.
“Karena 574 calon kepala desa telah selesai melaksanakan kampanye Pilkades serentak pada 10, 11 dan 12 Oktober 2021 lalu. Kita sudah pantau, masing-masing Panwas Pilkades di 170 desa telah menertibkan seluruh alat peraga kampanye di lapangan,” ujar Jaya, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (13/10).

Saat ini, panitia pilkades di 170 desa sedang mempersiapkan dan menyampaikan surat undangan pencoblosan, termasuk alat kelengkapan di tempat pemungutan suara (TPS). Pihaknya jelas Jaya, sudah menginstruksikan kepada masing-masing panitia pilkades, sehari menjelang pelaksanaan pencoblosan, seluruh persiapan termasuk surat suara, alat kelengkapan di TPS harus sudah siap. “Sehingga pada hari pencoblosan, masyarakat sudah bisa datang menyalurkan hak suaranya dalam menentukan pemimpin di desanya masing-masing,” jelasnya.

Untuk itu, seluruh calon kades maupun tim sukses pemenang masing-masing calon kades, ikut menjaga situasi kamtibmas menjelang pencoblosan di tengah tengah masyarakat desa. “Kita ingatkan calon kades agar selalu mengendalikan tim pemenangnya, untuk tidak melanggar aturan dalam pelaksanaan pilkades serentak di saat masa tenang,” ujarnya.

Sementara dalam penerapan prokes, DPMD telah melakukan sosialisasi kepada seluruh calon kades. Saat ini protokol kesehatan menjadi salah satu poin yang harus diutamakan oleh pihak panitia baik tingkat kabupaten, kecamatan, desa serta masing-masing calon. Karena pihaknya tidak ingin pelaksanaan Pilkades ini menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.
“Perlu adanya kesadaran dari masing-masing pihak, kalau mereka semua taat pada prokes saya yakin pelaksanaan pilkades ini tidak akan menyebabkan klaster penyebaran Covid-19 di Purwakarta,” tutur Jaya.

Diingatkannya, bahwa dalam setiap kompetisi pasti ada menang dan kalah. Maka harus bisa legowo dan bisa menerima hasil pilkades serentak ini, menang atau kalah. “Karena apa, warga di setiap desa kita ini rata-rata merupakan satu keluarga dan sahabat. Jangan sampai terjadi kondisi yang kurang baik akibat saling jegal, saling sikut diantara kita,” ujarnya. (gan)