Musim Hujan, Ular Kobra Bermunculan

TERTANGKAP : Ular kobra yang ada di rumah warga sudah ditangkap.

PURWAKARTA, RAKA – Memasuki musim hujan, warga diresahkan dengan keberadaan ular kobra yang berkeliaran masuk ke dalam rumah. Kabar tersebut ternyata bukan isapan jempol.

Kamis (12/12) sore lalu, warga Kabupaten Purwakarta, juga ikut dihebohkan dengan kemunculan belasan ular tersebut. Ular berbisa mematikan dari suku Elapidae itu ditemukan bersarang di dalam rumah warga di Gang Lodaya, RT 49 RW05, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta. “Jumlahnya ada 13 ekor. Dan sudah berhasil kami tangkap,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono, saat dihubungi, Jumat (13/12).

Menurutnya, ular yang ditemukan tersebut jenis Kobra Jawa. Ukurannya masih kecil, seukuran jari orang dewasa dengan panjang 10 sampai 15 cm. Meskipun kecil, namun dipastikan ular dengan nama latin Naja Sputatrix itu sudah memiliki bisa yang sempurna. Jika sampai mematuk dapat berdampak fatal. Bisa ular kobra dominan mengandung racun neurotoxin yang mampu membunuh manusia. “Bisa jadi masih ada ular lain, selain yang berhasil ditangkap ini. Kami minta hati-hati,” ujar kepala dinas yang akrab dipanggil Wibi ini.

Tim Damkar Purwakarta menangkap ular kobra tersebut setelah menerima laporan dari warga. Sedikitnya tujuh orang personil diterjunkan dan langsung melakukan pemburuan. Petugas damkar tidak menemukan induk ular kobra tersebut di lokasi meskipun sudah melakukan penyisiran. Diduga induk kobra itu langsung pergi setelah bertelur. “Ular-ular itu berada di atas tumpukan barang bekas di dalam rumah warga. Saat proses evakuasi cukup hati-hati dan memakan waktu lama karena jumlah ularnya lumayan banyak. Berutung saja keburu ditemukan. Jika tidak, bisa membahayakan sekali,” tambah Wibi.

Sementara itu proses evakuasi belasan ular kobra di Purwakarta tersebut viral di media sosial. Warga mengabadikan momen langka itu melalui rekaman video hanphone mengupload-nya ke facebook, twitter dan lain-lain. Dalam video yang menyebar itu petugas Damkar Purwakarta tidak membunuh belasan anak ular tersebut. Mereka memasukannya ke dalam toples dan botol mineral bekas.

Wibi membenarkan ular itu tidak dibunuh dan saat ini berada di Kantor Damkar Purwakarta. Pihaknya meminta agar masyarakat berhati-hati dan waspada. Karena fenomena munculnya ular kobra sampai ke rumah warga di musim hujan adalah wajar. Musim hujan memang waktunya anak ular kobra lahir dan ular suka tempat yang lembab. “Jika menemukan ular berbisa, apalagi seperti yang terjadi di Gang Lodaya, lebih baik hubungi kami. Jangan gegabah,” pintanya.

Wibi menyarankan agar masyarakat mengantisipasi kasus ular masuk rumah memasuki musim hujan ini. Antisipasi itu bisa dilakukan dengan tidak membiarkan ada tumpukan barang seperti kardus, kain, daun atau apapun yang membuat kondisi lembab di sudut-sudut rumah. Kemudian rumah setiap hari disapu dan dipel dengan pewangi dan diberikan kapur barus di beberapa sudut rumah. “Karena ular pada dasarnya tidak suka wangi-wangian. Apalagi tempat yang bersih. Sebaliknya ular suka tempat yang lembab dan kotor dan bau tidak sedap,” pungkasnya. (gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here