RADAR PURWAKARTA

Pekan Menyusui Sedunia Dirayakan di Karawang

KARAWANG, RAKA – Pemberian air susu ibu atau ASI secara eksklusif sangat penting untuk pertumbuhan anak.
Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengatakan, PT Changsin Indonesia yang berada di Kabupaten Karawang telah memberikan contoh yang baik bagi perusahaan. Karena telah menyiapkan fasilitas untuk karyawan hamil dan menyusui. Di perusahaan itu, ada ruang laktasi bagi ibu menyusui.
“Hari ini kita berada di acara Pekan Menyusui Sedunia, dengan tema dukung ibu bekerja terus menyusui, kita menyelenggarakan di PT Changsin karena memberikan contoh yang baik memfasilitasi ibu bekerja tetap bisa menyusui. Ada 15 ribu karyawan, 90 persennya adalah perempuan, 625 ibu hamil dan 540 ibu menyusui. Ibu hamil dapat periksa kehamilan di ruang klinik perusahaan dan ibu menyusui diberikan ruang laktasi untuk bisa memompa ASI untuk disimpan di dalam kulkas,” ujarnya, Senin (4/9).
Dia menambahkan, pihak perusahaan pun memberikan izin sebanyak tiga kali bagi ibu menyusui untuk dapat memompa ASI. Dia mempunyai harapan agar perusahaan yang lain dapat melakukan hal yang sama. Ini bertujuan untuk memberikan ASI secara eksklusif bagi bayi usia 0 sampai dengan enam bulan.
“Ibu-ibu juga diberikan izin sebanyak tiga kali dalam waktu bekerja untuk memerah ASI. Satu kali sebelum istirahat siang, setelah istirahat makan siang dan saat jam makan siang. Ini adalah kebijakan yang sangat baik bagi ibu menyusui dan ibu hamil. Ada kebijakan untuk memompa ASI selama bekerja, memberikan fasilitasi, memberikan waktu untuk memompa ASI, kami mengharapkan agar semua perusahaan memberikan hal itu,” tambahnya.
Maria menjelaskan, untuk kasus pada tahun 2022 di Indonesia sebesar 560 ribu. Kasus ini terjadi untuk anak usia 0 sampai satu tahun. Ia mengutarakan pemberian ASI eksklusif dapat menjadi intervensi dalam menurunkan angka kasus stunting di Indonesia.
“Kita membutuhkan hal itu karena ASI eksklusif diperlukan oleh bayi baru lahir selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian kedua ASI eksklusif sudah terbukti gizinya paling baik dan menjadi intervensi penurunan stunting sangat efektif pada usia 0-1 tahun. Stunting kita masih ada kasus baru pada usia 0-1 tahun pada tahun 2022 ada sebanyak 560 ribu di Indonesia,” jelas Maria.
Dia menegaskan sebanyak 3,8 persen dari total 52 juta perempuan di Indonesia merupakan pekerja perempuan yang menyusui. Dia mengaku pada bulan kedua dan ketiga angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia mengalami penurunan.
“Tahun lalu harusnya target kita 55 persen, tapi kita baru mencapai 52 persen. Diperkirakan ada 52 juta perempuan bekerja dan dari jumlah itu diperkirakan ada 3,8 persennya sekitar 2 juta ibu menyusui sambil bekerja. Data kita juga menunjukkan pada bulan kedua dan ketiga bayi umur dua sampai tiga bulan pemberian ASI eksklusif turun karena ibu sudah bekerja,” jelasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Nurmala Hasanah menyampaikan, beberapa perusahaan di Kabupaten Karawang telah menerapkan program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif. Perusahaan ini telah mendapatkan pendampingan secara langsung dari dinas kesehatan. Dia tidak menyebutkan secara spesifik jumlah data perusahaan yang telah mempunyai ruang menyusui.
“Alhamdulillah hari ini kita menjadi tuan rumah kegiatan dari Kementrian Kesehatan, tentu saja ini adalah tujuan kita untuk mendukung ibu bekerja untuk memberikan ASI. Sebenarnya sudah banyak perusahaan yang menyediakan ruang menyusui namun kita belum mempunyai data keseluruhan, tapi untuk perusahaan yang sudah melakukan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif ada di PT Chang Shin, ABC Heinz, ABC President, P&G, MIM yang sudah kita dampingi,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, ASI penting bagi bayi, ibu, keluarga dan negara. Bagi ibu dapat membantu mempercepat proses pengecilan rahim setelah melahirkan, mencegah pendarahan pasca persalinan. Kemudian dapat mencegah kanker payudara dan kanker ovarium. Juga dapat meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dengan bayi. “Hubungan psikologis antara ibu dengan bayi bisa lebih baik, tidak perlu repot menyiapkan menyajikan susu,” lanjutnya.
Kemudian keuntungan bagi negara berupa mengurangi pengeluaran pembayaran pelayanan kesehatan. Disebabkan oleh daya tahan tubuh ibu dan bayi yang baik ketika memberikan ASI secara eksklusif. “Bagi bayinya kekebalan tubuhnya akan baik, tumbuh kembang menjadi lebih bagus, untuk keluarga dengan pemberian ASI pengeluaran keluarga menjadi lebih berkurang, ibu yang menyusui dan bayi yang disusui daya tahan tubuhnya lebih kuat, sehingga tidak rentan terkena penyakit,” bebernya.
Dengan tidak banyak yang sakit tentu saja bisa mengurangi biaya pelayanan kesehatan yang harus dikeluarkan negara. “ASI eksklusif ini sangat baik sekali, efektif dan efisien, mari dukung ibu bekerja untuk tetap menyusui” paparnya. (rls)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights