Pesantren Punya Cafe, Santri Belajar Usaha

CAFE PESANTREN: Peluncuran cafe Kopi Balad Madaba. Cafe tersebut merupakan unit usaha Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah yang terletak di perkebunan jati di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA – Selayaknya, santri bisa mandiri setelah keluar dari pesantren. Bukan hanya memahami agama, mereka juga harus mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu pesantren di Purwakarta, Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya, membentuk unit usaha berupa cafe Kopi Balad Madaba yang terletak di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Seperti cafe pada umumnya, Kopi Balad Madaba mempunyai berbagai macam menu makanan dan minuman dengan standar café pada umumnya. Namun ada juga menu-menu khas Kopi Balad Mabada.
Kopi Balad Madaba, memiliki konsep outdoor atau berada di perkebunan pohon jati, cocok dijadikan sebagai tempat yang nyaman untuk berkumpul atau bersantai sambil menikmati menu makanan dan minuman.

Pimpinan Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya Purwakarta Abah Budiman mengatakan, cafe ini menjadi tempat untuk belajar bagi para santri yang ada di dalamnya, baik yang termasuk dalam produksi yaitu meracik, membuat makanan dan minuman, termasuk juga belajar bagaimana menjadi seorang entrepreneur dalam usaha kuliner.
“Ini menjadi tempat belajar para santri sebelum terjun ke masyarakat. Jadi di sini selain diajarkan ilmu agama di pesantren kita ajarkan juga seorang entrepreneur dalam usaha kuliner,” katanya, usai peresmian Cafe Kopi Balad Madaba.

Untuk mengajarkan para santri, pihaknya merekrut para ahli dalam mengolah kopi dan untuk menu lainnya yang didatangkan dari salah satu hotel di Bandung. “Di sini para santri diajarkan cara meracik kopi dan juga diajarkan membuat menu-menu lainnya yang diajarkan para ahli serta bersertifikasi,” beber pria yang juga menjabat Kapolsek Bojong itu.

Tujuannya, kata Abah Budiman, ketika santri sudah terjun ke lapangan atau daerah masing-masing, mereka sudah tidak berpikir bagaimana untuk mencari nafkah, mereka sudah dibekali ilmu dari sini. “Mudah-mudahan dengan berbekal ilmu di sini mereka bisa memanfaatkan untuk kehidupan kedepannya,” harapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengapresiasi langkah pimpinan pondok pesantren tersebut. menurutnya, ini merupakan satu inovasi yang baik dan dibutuhkan. “Kita akan berikan support dalam bentuk apapun kedepannya. Dengan adanya cafe Kopi Balad Madaba ini menambah daftar tempat wisata kuliner di Purwakarta,” tuturnya. (gan)