PJT Beri Hadiah Peserta Rakor PMI, Ini Syaratnya

PURWAKARTA, RAKA – Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, menyiapkan hadiah bagi para peserta Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) PMI, yang saat ini tengah melakukan kegiatan di sekitar Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur). Para relawan dari perwakilan masing-masing Provinsi itu akan terlebih dahulu dilombakan.

Dirut PJT II Jatiluhur Djoko Saputro mengatakan, aalah satu perlombaan tersebut ialah yang berkaitan dengan kebersihan lokasi di acara. “Kami akan siapkan kenang-kenangan bagi para peserta kegiatan PMI ini, jika dari mereka bisa menjaga kebersihan di sekitar Kawasan Waduk Jatiluhur,” ujar Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro, Selasa (18/9).

Djoko menjelaskan, dalam kegiatan PMI ini pihaknya juga turut membantu beberapa fasilitias. Termasuk, menyediakan tempat pembakaran sampah (incenerator). Supaya, produksi sampah sisa dari kegiatan tersebut bisa langsung teratasi. “Kita siapkan tiga unit incenerator. Jadi, sampahnya bisa langsung dibakar. Sehingga, tidak akan ada sampah yang bisa mengotori sekitar kawasan Jatiluhur,” papar dia.

Dalam hal ini, pihaknya juga berharap peserta temu karya ini bisa sekaligus menjaga lingkungan selama kegiatan berlangsung. Karena itu, pihaknya menyediakan alat pemusnah sampah. “Kebersihan, sangat kita prioritaskan. Apalagi, Waduk Jatiluhur terintegrasi dengan program Citarum harum,” tegas dia.

Tak hanya incenerator, lanjut Djoko, di area perkemahan juga dilengkapi dengan tong sampah. Ketika sampah itu penuh, maka akan dipilah-pilah antara sampah basah dan kering. “Sampah basah, disarankan untuk dikubur dalam tanah. Supaya, bisa jadi kompos. Sedangkan, sampah keringnya bisa dimusnahkan melalui incenerator tersebut,” terangnya.

Djoko menambahkan, terpilihnya Waduk Jatiluhur sebagai lokasi kegiatan skala nasiona ini jelas menjadi sebuah kehormatan bagi jajarannya. Apalagi, dalam kegiatan ini tak hanya dihadiri 5.000 relawan Nasional, tapi juga hadir sejumlah relawan PMI yang merupakan perwakilan dari beberapa negara. “Kami, akan berupaya membantu semaksimal mungkin supaya kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Djoko.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan ini terpusat di sekitar Pelabuhan Biru, kawasan Wisata Waduk Jatiluhur. Dia juga berharap, kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi. Dimana, masyarakat luas harus tahu jika ternyata Bendungan Jatiluhur yang merupakan aset Nasional ini cukup berkontribusi besar terhadap negara. “Semoga kegiatan ini bisa melahirkan sebuah gagasan untuk menjadi pemecah problem yang selama ini terjadi di masyarakat. Terutama, yang berkaitan dengan kelestarian alam dan lingkungan,” pungkasnya. (ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here