Tanamkan Pendidikan Moral Sejak Usia Dini

TANAMKAN NILAI KEAGAMAAN: Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini membentengi anak ketika sudah dewasa.

PURWAKARTA, RAKA – Sebegai penerus generasi bangsa, nak-anak perlu mendapat pendidikan yang baik sehingga potensi-potensi dirinya dapat berkembang dengan pesat.

Selanjutnya mereka akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki kepribadian tangguh dan berbagai macam kemampuan yang bermanfaat. Pegiat pendidikan Purwakarta Saripah mengatakan, penting bagi keluarga, lembaga-lembaga pendidikan berperan dan bertanggung jawab dalam memberikan berbagai macam stimulasi dan bimbingan yang tepat, sehingga tercipta generasi penerus yang tangguh. “Pentingnya nilai agama dan moral bagi anak usia dini. Dalam hal ini tentu orang tualah yang paling bertanggung jawab, karena pendidikan yang utama dan pertama adalah pendidikan dalam keluarga,” ujarnya, Rabu (11/12).

Keluarga, menurut Saripah, tidak hanya sekedar berfungsi sebagai persekutuan sosial, tetapi juga merupakan lembaga pendidikan. Karena itu, kedua orang tua berkewajiban membantu, merawat, membimbing dan mengarahkan anak-anak yang belum dewasa di lingkungannya dalam pertumbuhan. Sehingga ketika dewasa memiliki kepribadian. “Karena pada masa usia dini adalah masa peletakan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, moral dan agama,” sambungnya.

Pengajar TK Terpadu Ulul Albab Purwakarta ini juga mengingatkan, peran orang tua juga sangat berpengaruh bagi tingkat keimanan anak. Melalui bimbingan orang tua anak dapat dibimbing untuk mengenal siapa itu Tuhan, sifat-sifat Tuhan, bagaimana kewajiban manusia terhadap Tuhan.

Perkembangan nilai-nilai moral dan agama, lanjutnya, adalah kemampuan anak untuk bersikap dan bertingah laku. Islam telah mengajarkan nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. “Hal ini menyebabkan perlunya pengembangan pembelajaran terkait nilai nilai moral dan agama. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam ajaran Islam telah dijelaskan bagaimana proses pengembangan nili-nilai agama dan moral pada anak usia dini dapat diterapkan dengan benar,” paparnya.

Lebih lanjur dia mengatakan, hasil analisis melalui pembahasan ditemukan 10 metode penting bagi pengembangan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia 5-6 tahun. Antara lain bercerita, bernyanyi, bersyair, karyawisata, pembiasaan, bermain, outbond, bermain peran, diskusi dan keteladanan. “Temuan tersebut telah dibahas dengan berbagai konsep dan temuan-temuan sebelumnya,” pungkasnya. (ris)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *