Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Pesantren

SAMBANGI PESANTREN: Sosialisasi wawasan kebangsaan sekaligus silahturahmi dengan santri Pondok Pesantren Majelis Qolbun Salim.

PURWAKARTA, RAKA – Sebagai upaya menangkal paham radikalisme dan terorisme, jajaran Polsek Pasawahan menggelar kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan, sekaligus silahturahmi dengan para santri dan pimpinan Pondok Pesantren Majelis Qolbun Salim.
Pada kegiatan yang digelar di Kampung Krajan III Desa Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, itu juga para santri diajak untuk tetap menaati protokol kesehatan dan vaksin secara lengkap.
Kapolsek Pasawahan AKP Ali Murtadho mengatakan, wawasan kebangsaan harus dipahami sejak dini, karena untuk menanamkan ideologi kebangsaan yang kuat dan rasa cinta tanah air serta mengetahui dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Sehinga santri bisa terhindar dari paham paham radikalisme.
“Kita memotivasi generasi muda khususnya santri dimulai dari para pelajar untuk belajar pengetahuan tentang Pancasila, bagaimana hidup ber-Bhineka Tunggal Ika dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sehingga terhindar dari paham radikalisme,” ujar Ali, Sabtu (25/9).
Dia menuturkan, generasi muda sekarang ini jauh berbeda dengan generasi seperti dulu, dimana zaman sekarang ini para generasi muda masih sangat kurang peduli terhadap Wawasan Kebangsaan.
Ali berharap, materi wawasan kebangsaan mampu menciptakan generasi muda yang tangguh dan setia kepada NKRI dan jauh dari paham-paham radikalisme.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di Indonesia ada 4 pilar yang perlu diamalkan yakni Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
Ali menyebut, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya untuk mempererat tali silaturahmi dengan berbagai elemen, khususnya para ulama dan santri di wilayah hukum Polsek Pasawahan.
Ia berharap bisa terjalin komunikasi dengan baik antara Polri dan para tokoh-tokoh agama serta Santri maupun masyarakat di Kabupaten Purwakarta. (gan)

Tinggalkan Balasan