Tekan Angka Stunting

Bupati Purwakarta
Anne Ratna Mustika

Tiga Tahun, Ditarget di Bawah 20 Persen

PURWAKARTA, RAKA – Angka stunting di Purwakarta terus ditekan. Hal itu ditegaskan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. “Kita sudah menginstruksikan kader (posyandu) di tiap desa untuk mensosialisasikan pola hidup sehat dan pemberian vitamin kepada ibu hamil,” ujar Anne, setelah mengisi acara Rembuk Stunting di Aula Janaka, Sekretariat Kabupaten Purwakarta, Selasa (30/6).

Berdasarkan data tahun 2017 yang telah diperbaharui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, terdapat ribuan anak mengalami stunting. “Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2017, namun sudah diperbaharui Dinkes Purwakarta, ada kurang lebih 8000 anak yang dianggap stunting di Purwakarta. Kondisi ini tersebar di 7 kecamatan dan 27 desa,” jelasnya.

Ia menegaskan, jajarannya akan terus berkomitmen dalam menekan angka stunting dengan melakukan survei gizi, monitoring dan sosialisasi ke masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya juga akan bersinergi dengan seluruh stakeholder pemangku kepentingan, berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan kondisi tersebut. “Hari ini penandatanganan seluruh stakeholder, termasuk dinas terkait untuk punya komitmen bersama-sama dalam upaya penanganan dan pencegahan, termasuk penurunan angka stunting di Purwakarta. Nanti hasil rembukan ini akan menjadi suatu perencanaan pembangunan kedepannya, apa yang harus dilaksanakan dan apa yang sudah dilakukan, saya yakin ini akan menjadi langkah yang terintegrasi dengan baik,” tegasnya.

Ia memiliki target, dalam kurun waktu 3 tahun, penurunan angka stunting mencapai 20 persen. “Sesuai dengan kemenkes, target penekanan angka stunting di bawah 20 persen, sampai dengan tahun 2023. Jadi kita ada waktu 3 tahun bersama-sama untuk terus menurunkan angka stunting sampai di bawah 20 persen,” ucap Anne.

Selain itu, ia berharap, komitmen orang tua dalam menekan angka stunting di Purwakarta. Karena, penanganan stunting ini bukan hanya dilakukan pemerintah, terdapat peran serta pengasuhan orang tua. “Orang tua juga harus memiliki komitmen yang sama, bahwa anak-anak ini harus ditangani dengan betul. Kemudian juga ada anak yang stuntingnya disertai dengan penyakit, penanganannya harus eksklusif atau betul-betul ditangani dengan baik,” pungkasnya. (gan)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *