Umrah Dibuka Lagi, Purwakarta Belum Dapat Edaran

UMRAH DIBUKA LAGI: Kepala Kemenag Purwakarta Munawir Sulaeman masih menunggu edaran resmi.

PURWAKARTA, RAKA – Kran umrah dibuka lagi bagi jamaah asal Indonesia. Namun sampai saat ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta belum menerima surat edaran dari pusat.
Kepala Kantor Kemenag Purwakarta H Munawir Sulaeman mengatakan, kabar dibukanya kembali ibadah umrah merupakan informasi baik bagi umat muslim di Indonesia, khususnya di Kabupaten Purwakarta. Karena sebelumnya tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, khusus untuk ibadah umrah, pemberangkatan jamaah dikelola oleh pengelola perjalanan ibadah dari pihak swasta. Pihaknya menerima data berapa jumlah jamaah yang berangkat jika pihak travel sudah melaporkan. “Berapa kuota untuk Indonesia yang atur pemerintah pusat, termasuk kuota jemaah umrah untuk Purwakarta,” ujar Munawir, Rabu (13/10).
Dia menyebut, keberangkatan para jemaah umrah tergantung pihak travel. Tidak ada skala priorotas meski sempat tertunda selama dua tahun. “Jadi tidak ada skala priotitas berbeda dengan haji,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Purwakarta Hasbialloh mengungkapkan, pihaknya belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat mengenai keberangkatan jamaah umrah. Sehingga, pihaknya belum bisa menyampaikan apa yang menjadi syarat utama para jamaah yang harus dipenuhi agar bisa menunaikan ibadah umrah. “Menurut informasi betul sudah dibuka, tapi surat resmi dari pemerintah pusat kami belum menerima,” jelas Hasbialloh.

Jika sudah menerima surat edaran yang menyatakan umrah dibuka lagi, pihaknya akan langsung menyosialisasikan kepada KUA juga travel untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat. “Karena belum menerima surat resmi, kami juga belum bisa memastikan waktu keberangkatan dan berapa jumlah kuota untuk Purwakarta,” tutpnya. (gan)