Zaman Now Harus Melek Teknologi

PURWAKARTA, RAKA – Komunitas Literasi Purwakarata Membaca Setiap Hari (Purbasari) menegaskan berliterasi zaman now, bukan hanya membaca dan menulis saja. Akan tetapi harus merambah pada teknologi, media termasuk memahami sosial budaya.

Nurdin Cahyadi Pegiat Komunitas Purbasari mengatakan, bagi seorang literer semua unsur ilmu pengetahuan harus diamati dan didalami. “Untuk pengetahuan umun, bagi anggota kita sediakan bermacam buku dari mulai sains, teknologi, filsafat, sosial. Karena semuanya penting untuk diamati,” jelas dia.

Dia juga mengatakan, hari ini orang dengan mudah bisa membuka akses internet dan mendapat bahan bacaan yang luar biasa. “Di dalam perpustakaan yang kami bina juga melihat fenomena itu. Kita sediakan buku yang bagus dan memang sulit ditemui di google,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, untuk anggota yang mempunyai smartphone yang memadai, kita sarankan untuk download iPusnas, aplikasi yang disediakan oleh perpus nasional. Sehingga tak kekurangan bahan bacaan. Untuk kendala saat ini masih minim tingkat menulis untuk anggota, sedangkan untuk yang sering membaca banyak. “Kalau yang menulis masih sedikit walaupun minat baca sudah mulai banyak. Ada kan, tipikal orang yang senang baca namun malas menulis,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, hasil karya litersi peserta didik sudah banyak ditemukan, guru juga hampir banyak tetapi hasil karya kepala sekolah masih sangat jarang. Pihaknya juga akan melakukan pendampingan menulis bagi kepala sekolah yang dibuat dengan membuka kelas menulis khusus kepala sekolah sebagai wujud pembentukan atmosfir menulis. “Dari 19 orang peserta kelas menulis yang daftar hanya 12 orang yang hadir dengan berbagai alasan, kurang percaya diri juga salah satu alasan yang mencuat sehingga banyak kepala sekolah yang tidak bisa hadir,” jelas dia.

Dia juga menambahkan, untuk strategi pendampingan dilakukan dengan sangat sederhana dimana para peserta mendapat motivasi bahwa setiap individu bisa menulis. “Lalu langsung menuangkan pengalaman yang sangat berkesan yang pernah dialami, lalu menuliskan best practice yang dilakukan di masing-masing kelas dan sekolah yang dia pimpin untuk dijadikan buku,” pungkasnya. (ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here