Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
HEADLINEKarawang

Beras Corona Berkutu

MENANAK NASI: Mak Iyeung (61) warga Bojongkarya, juru masak di dapur umum Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, sedang menanak nasi, kemarin.

KARAWANG, RAKA – Bantuan beras sebanyak dua ton per kecamatan dari Pemerintah Kabupaten Karawang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah. Namun belum juga dibagikan dan dikonsumsi, beras tersebut berkutu. Di Kutawaluya misalnya, beras yang masih menumpuk di aula kantor kecamatan itu terlihat jelas banyak kutunya. Namun, menurut

Kasi Trantib Kecamatan Kutawaluya Rohendi, beras bantuan tersebut dinilai baik, hanya terlihat lebih kecil ukurannya atau bubuk. “Beras itu bagus, gak bau cuma aga bubuk aja, tapi segitu mah bagus,” ujarnya kepada Radar Karawang, Minggu (10/5).

Ia mengatakan, beras sebanyak 40 karung untuk warga terdampak corona dari pemerintah daerah ini sudah ada di kantor kecamatan sejak Jumat (8/5). Hanya saja beras seberat 50 kilogram per karungnya tersebut belum didistribusikan ke 12 desa. “Saya heran, beras belum dibuka kok udah bilang bau dan hitam,” jelasnya.

Camat Kutawaluya Rohman mengaku, beras yang sudah ada di kantor kecamatan ini rencananya akan didistribusikan Senin (11/5). Dia mengaku dalam masa corona ini pemerintah daerah baru memberi bantuan berupa beras saja. “(Beras) dua ton dibagi 12 desa, sementara belum ada (bantuan), baru beras,” pungkasnya.

Sedangkan di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, beras bantuan yang dikonsumsi masyarakat juga bermasalah. Mak Iyeung (61) warga Bojongkarya, juru masak di dapur umum Desa Rengasdengklok Selatan, mengaku beras tersebut tercium bau dan banyak kutu, ditambah lagi terdapat batu-batu kecil. Sehingga dia dan juru masak lainnya harus mencuci beras itu sampai benar-benar bersih. “Kalau sebelum dimasak bau, tapi pas sudah jadi nasi gak kecium baunya,” pungkasnya,

General Manager Bulog Karawang Rusli, membenarkan jika beras tersebut diambil dari gudang bulog. Namun ia tidak membenarkan jika disebutkan beras yang dibagikan itu banyak terlihat hitam. Karena sebelumnya sudah dipilih oleh Dinas Pangan Kabupaten Karawang. Beras yang dibagikan untuk warga selama wabah Covid 19, merupakan jenis medium dan dipastikan bahwa beras tersebut layak untuk dikonsumsi. “Jika beras yang dibagikan itu dianggap tidak layak untuk dikonsumsi, bisa dikembalikan lagi ke gudang. Saya juga sudah sampaikan ke pak Kadarisman (Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang),” katanya.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang Kadarisman mengatakan, beras yang didistribusikan dua ton setiap kecamatan itu merupakan cadangan pangan Pemkab Karawang yang bisa dikeluarkan ketika terjadi bencana. Untuk memberikan bantuan akibat pandemi corona, Pemerintah Kabupaten Karawang mengeluarkan stok beras tersebut. “Stok beras tersebut disimpan di Bulog. Kemarin sudah didistribusikan ke semua kecamatan,” katanya.

Kadarisman menjelaskan, beras cadangan pangan itu merupakan beras dengan jenis medium. Karena sudah disimpan dan ditumpuk di Bulog, beras tersebut memang diakuinya banyak terlihat kutu pada beras.

Namun demikian, ia memastikan jika beras yang sudah dibagikan ke setiap kecamatan itu aman untuk dikonsumsi, dan sama sekali tidak berbau. Sebelum beras dikeluarkan, pihaknya sudak melakukan humigasi atau penyemprotan kutu. “Kami sudah pilah dulu. Yang dikeluarkan yang layak konsumsi. Kutunya sudah pada mati, pas dicuci akan terangkat kutunya. Kalau berbau sama sekali tidak,” ujarnya. (mra/nce)

Related Articles

Back to top button
Zeus vs Hades dalam Perspektif Probabilitas dan Variasi Hasil Permainan DigitalPaytable Mahjong Ways 2 sebagai Dasar Memahami Distribusi Simbol dan Peluang PutaranRTP Realtime Spaceman dan Batas Interpretasinya dalam Membaca Dinamika Sistem PermainanPengelolaan Anggaran Hiburan Mahjong Ways agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Finansial UtamaHabanero dan Hot Fruits dalam Perubahan Desain Permainan pada Ekosistem Digital ModernRTP Live Mahjong Wins 3 dan Batas Membaca Pola Wild secara ObjektifVisual Sweet Bonanza dan Pengaruhnya terhadap Fokus Pengguna dalam Pengalaman Permainan DigitalFortune Rabbit Menunjukkan Perubahan Desain Karakter dalam Ekosistem Permainan DigitalStrategi Influencer dalam Promosi Starlight Princess dan Perkembangan Industri Game DigitalData Realtime Aviator dan Batas Interpretasi Performa dalam Sistem Permainan DigitalCrazy Time dan Peran Algoritma dalam Menjaga Stabilitas Sistem Kasino DigitalData Putaran Mahjong Ways 2 untuk Memahami Frekuensi dan Variasi Hasil PermainanFortune Rabbit dan PG Soft dalam Membentuk Persepsi Visual Pengguna Permainan DigitalTeknologi Lucky Neko dan Perannya dalam Membentuk Respons Sistem Permainan DigitalCrazy Time sebagai Contoh Integrasi Algoritma pada Infrastruktur Kasino Online ModernTransformasi Platform Mobile Mengubah Cara Mahjong Wins 2 Menyajikan Pengalaman PermainanRTP dan RNG Fortune Dragon sebagai Dasar Memahami Variasi serta Ketidakpastian HasilPerbandingan RTP Live Mahjong Wins 3 dan Sweet Bonanza melalui Pendekatan Analisis RasionalRTP dan Bonus Lucky Neko Ditinjau sebagai Informasi Statistik dalam Memahami Variasi PermainanRTP Live Mahjong Ways 2 dan Batas Membaca Peluang melalui Pendekatan ProbabilistikTiming Big Bass Bonanza dan Risiko Bias dalam Pengambilan Keputusan PemainPerubahan Harga Energi dan Dampaknya terhadap Infrastruktur Digital Pendukung Game AviatorDesain Grafis Mahjong Ways dan Pengaruh Stimulus Visual terhadap Perhatian PenggunaCrazy Time sebagai Bentuk Hiburan Virtual dalam Perkembangan Kasino Digital ModernPG Soft dan Fortune Ox dalam Perubahan Cara Pemain Memahami Informasi PermainanLucky Racing dan Pola Interaksi Arcade dalam Pengalaman Permainan DigitalVariansi Mahjong Ways 2 dalam Pembahasan Probabilitas dan Perubahan Hasil PutaranDesain Grafis Mahjong Ways 2 dan Pengaruhnya terhadap Perhatian Visual PenggunaGates of Olympus dan Peran Teknologi Digital dalam Menyajikan Mekanisme PermainanSweet Bonanza sebagai Contoh Perubahan Desain dalam Ekosistem Permainan DigitalGates of Olympus dan Peran Sistem Adaptif dalam Evolusi Permainan Digital ModernMahjong Ways 2 dan Perubahan Intensitas Aktivitas Pengguna dalam Ekosistem DigitalSimulasi Plinko sebagai Cara Memahami Distribusi Hasil dan Variasi Probabilitas PermainanPerforma Harian Big Bass Bonanza dan Batas Penggunaannya dalam Membaca Momentum PermainanKeheningan Lawan di Texas Hold’em sebagai Sinyal Psikologis dalam Poker LiveDiskusi Fortune Ox dan Perannya dalam Membentuk Pemahaman Informasi Permainan DigitalPerilaku Pengguna Sugar Rush saat Beradaptasi dengan Perubahan Pola Permainan DigitalProbabilitas Starlight Princess dan Pengaruhnya terhadap Persepsi Keberuntungan PemainBig Data Gates of Olympus dalam Membaca Pola Perilaku Pengguna Kasino OnlineSimulasi Sweet Bonanza untuk Memahami RTP dan Variasi Hasil dalam Sistem DigitalCara Pemain Menentukan Referensi Fortune Tiger dari Informasi dan Pengalaman KomunitasRTP Starlight Princess dan Cara Komunitas Menafsirkan Perubahan Hasil PermainanGates of Olympus dan Dinamika Putaran Ditinjau melalui Pendekatan ProbabilitasCara Pemain Wild Bandito Mengambil Keputusan Berdasarkan Informasi Komunitas DigitalInteraksi Scatter dan Wild Mahjong Ways 2 Ditinjau melalui Probabilitas dan StatistikHabanero dan Hot Fruits dalam Perubahan Mekanisme Permainan yang Lebih FleksibelSweet Bonanza dan Risiko Bias saat Menafsirkan Pola untuk Pengambilan KeputusanDiskusi Komunitas Mahjong Ways 2 sebagai Sumber Informasi dan Risiko Salah TafsirPola Harian Fortune Dragon dan Batas Penggunaannya dalam Membaca Dinamika PermainanStruktur Algoritmik Blackjack dan Perannya dalam Menjelaskan Mekanisme Keputusan Permainan