HEADLINE
Trending

Ribuan Massa Apdesi Jabar Kepung PT Pertiwi Lestari Karawang, Buntut Dugaan Pemukulan Anak Kades

KARAWANG, RAKA- Dugaan penganiayaan terhadap anak kepala desa hingga persoalan penyerobotan lahan kas desa memicu kemarahan besar. Ribuan massa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat mengepung area PT Pertiwi Lestari di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Senin (6/4).

‎‎Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua Apdesi Jawa Barat Sukarya WK, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Wanasari. Kehadiran massa dari berbagai daerah di Jawa Barat ini merupakan bentuk solidaritas atas dugaan penganiayaan terhadap putri Sukarya yang juga merupakan perangkat desa, serta persoalan penggunaan lahan kas desa oleh pihak perusahaan.

‎‎Dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana tegang, Sukarya memaparkan kronologi insiden yang terjadi sekitar sepekan lalu. Ia menyebut, awalnya pihak desa datang dengan itikad baik untuk berdialog, setelah dua surat resmi yang dilayangkan tidak mendapat tanggapan dari manajemen perusahaan.

‎Namun, situasi di lapangan justru memanas. Rombongan perangkat desa disebut dihadang oleh sejumlah oknum keamanan yang tidak mengenakan atribut resmi. Dalam kondisi tersebut, putri Sukarya dikabarkan menjadi korban pemukulan.

‎“Anak saya dipukul di depan saya sendiri. Rekamannya ada. Kalau ini terjadi pada bapak-bapak sekalian, bagaimana reaksinya,” katanya, Senin (6/4).

‎‎Berdasarkan surat pemberitahuan aksi, massa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak adanya proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan. Sukarya menilai kejadian ini telah mencederai kehormatan aparatur desa.

‎Kedua, massa menyoroti aktivitas pemasangan kabel optik yang melintasi lahan kas desa tanpa izin resmi. Mereka menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk pelanggaran yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

‎Di akhir pernyataannya, Sukarya menegaskan bahwa aksi ini bisa berlanjut apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti. Ia mengingatkan, bahwa desa memiliki kekuatan besar sebagai bagian dari fondasi negara.‎

‎Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan manajemen PT Pertiwi Lestari Dwi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tindakan oknum di lapangan tidak mencerminkan prosedur perusahaan.

‎“Kami tidak akan menghalangi proses hukum. Hal ini penting agar persoalan menjadi jelas dan berjalan secara adil,”paparnya.‎

‎Terkait persoalan lahan, pihak perusahaan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak penyedia layanan kabel optik guna memastikan seluruh perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tingkat desa. (zal)

Related Articles

Back to top button