
KARAWANG, RAKA – Banjir kepung 11 kecamatan, ribuan orang mengungsi di Kabupaten Karawang akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat ribuan warga terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter.
Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriyatna mengatakan, bahwa banjir dipicu curah hujan yang tinggi dan meningkatnya debit air sungai dan meluapnya aliran air ke kawasan permukiman. Sejumlah wilayah mengalami genangan cukup parah hingga memaksa warga mengungsi.
“Kecamatan Karawang Barat menjadi salah satu wilayah terdampak terparah dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 100 sentimeter. Banjir di wilayah ini berdampak pada 471 kepala keluarga (KK) atau 1.475 jiwa, termasuk 21 balita. Sebanyak 390 rumah terendam dan 1.032 warga harus mengungsi,” katanya, Minggu (18/1).
Diteruskannya juga, di Kecamatan Telukjambe Timur, ketinggian air berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter. Sebanyak 335 KK atau 996 jiwa terdampak, termasuk 68 balita, dengan 345 rumah terendam.
”Banjir juga melanda Kecamatan Karawang Timur dengan ketinggian air 30 hingga 100 sentimeter. Dampak banjir tercatat mengenai 9 KK atau 52 jiwa, termasuk 7 balita, serta merendam 9 rumah,” paparnya.
Menurutnya juga, di Kecamatan Telukjambe Barat, banjir setinggi 30 hingga 100 sentimeter berdampak pada 416 KK atau 1.076 jiwa, serta merendam 316 rumah warga. ”Kecamatan Cilebar turut terdampak banjir dengan ketinggian air 30 hingga 50 sentimeter. Sebanyak 234 KK atau 726 jiwa terdampak, dengan 178 rumah terendam,” terangnya.
Kemudian di Kecamatan Lemahabang ketinggian air mencapai 30 hingga 100 sentimeter. Banjir mengakibatkan 5 KK atau 12 jiwa terdampak, termasuk 2 balita, dan 5 rumah terendam.
”Banjir juga terjadi di Kecamatan Jayakerta dengan ketinggian air 10 hingga 50 sentimeter. Sebanyak 145 KK atau 1.040 jiwa terdampak, dan 40 rumah terendam,” paparnya.
Lalu di Kecamatan Rengasdengklok, ketinggian air mencapai 20 hingga 50 sentimeter. Sebanyak 381 KK atau 1.144 jiwa terdampak, dengan 365 rumah terendam.
“Adapun Kecamatan Rawamerta dilaporkan mengalami banjir setinggi 30 hingga 60 sentimeter. Dampaknya dirasakan oleh 25 KK atau 75 jiwa, serta merendam 24 rumah,” ujarnya.
Sementara itu, sambungnya, BPBD Karawang masih melakukan assessment dan pendataan dampak banjir di Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Klari. Menurut Usep, banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Karawang pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan.
“Di antaranya kita sudah melakukan assessment ke lokasi terdampak, memberlakukan piket Siaga 1 selama 24 jam oleh Satgas Penanggulangan Bencana, mengevakuasi warga terdampak, serta mendistribusikan bantuan logistik,” tutupnya. (zal)



