
KARAWANG, RAKA – Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Rengasdengklok, membuat satu rumah warga ambruk, Minggu (18/1). Akibatnya, kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Satgas BPBD Karawang, Imam Subagja mengatakan telah terjadi satu buah rumah rusak parah di Dusun Bojong Tugu, Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Kejadian itu saat hujan deras disertai angin pada Minggu (18/1) pagi.
”Korban terancam sebanyak 1 KK dengan jumlah empat jiwa penghuni rumah,” katanya, Minggu (18/1).
Imam mengatakan saat ini korban terancam diungsikan sementara di Gedung DPC Pejuang Siliwangi, tak jauh dari kantor Kecamatan Rengasdengklok.
Selain rumah rusak, kini Karawang juga tengah dilanda banjir di sejumlah wilayah, menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, Minggu (18/1).
Banjir merendam kawasan permukiman, areal persawahan, hingga sejumlah ruas jalan. Salah seorang warga terdampak banjir di Perumahan Bintang Alam, Kecamatan Telukjambe Timur, Yudi, mengatakan hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (17/1) hingga Minggu pagi.
“Sejak Sabtu hujan deras tidak berhenti sampai Minggu pagi dan mengakibatkan banjir,” kata Yudi.
Ia menyampaikan bahwa warga telah meningkatkan kewaspadaan setelah mengetahui tinggi muka air Sungai Citarum mengalami kenaikan. Saat air mulai meluap ke permukiman, warga melakukan evakuasi secara mandiri sebelum akhirnya dibantu oleh petugas.
Banjir juga melanda permukiman di beberapa desa di Kecamatan Telukjambe Barat, Rengasdengklok, dan Pangkalan, termasuk kawasan bantaran sungai.
Kepolisian Resor (Polres) Karawang sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring naiknya debit air dua sungai besar tersebut. Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyampaikan bahwa berdasarkan data Perum Jasa Tirta II, tinggi muka air (TMA) Sungai Citarum dan Sungai Cibeet berada pada status Siaga 1.
“TMA Sungai Citarum tercatat 12,00 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan status Siaga 1. Sedangkan TMA Sungai Cibeet berada di angka 19,30 mdpl, juga berstatus Siaga 1,” kata Cep Wildan. Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Sabtu malam hingga Minggu.
Polres Karawang bersama unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi warga terdampak. Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Polres Karawang bersama TNI, BPBD, dan relawan berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama, mulai dari proses evakuasi hingga pendistribusian bantuan,” ujar Fiki. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, keselamatan personel, serta pendekatan humanis dalam membantu masyarakat terdampak banjir. (mra/jpn)



